Komnas PA Minta Pelaku Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Tangsel Dikebiri

  • Whatsapp
Komnas PA
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait- (ist).

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengecam keras aksi pemerkosa gadis dibawah umur yang dilakukan secara bergilir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga akhirnya meninggal dunia

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, kasus yang dia sebut gang rape atau pemerkosaan secara bergilir terhadap gadis remaja berusia 16 tahun itu merupakan kejahatan luar biasa.

Bacaan Lainnya

“Untuk kasus pemerkosaan remaja di Tangsel, bahasa internasionalnya itu dikenal dengan gang rape atau pemerkosaan secara bergerombol dan termasuk dalam kejahatan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa, bahkan korbanya pun meninggal. Sehingga penanganannya pun harus luar biasa,” katanya melalui telepon seluler, Rabu (24/6/2020).

Penanganan luar biasa yang harus dilakukan pihak kepolisian itu, kata Arist, salah satunya menangkap pelaku dengan waktu yang cepat selama 15 hari. Hal tersebut, lanjut Arist, berdasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu nomor 1 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 

“Penanganannya harus cepat, dalam tempo 15 hari pelaku harus ditangkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan,” tambah Arist.

BACA JUGA: Gadis Dibawah Umur di Tangsel Dicekokin Pil Keras dan Diperkosa Hingga Tewas

Selain itu, tutur Arist, hukuman kepada pelaku pun harus luar biasa dengan hukuman penjara minimal 10 tahun, maksimal 20 tahun bahkan dapat dikenakan hukuman penjara seumur hidup karena perilakunya bergerombol dan dilakukan secara sadar sebagai orang dewasa. 

“Dan jika terbukti tindakan pemerkosaan tersebut dilakukan berulang-ulang kepada korban lain, dapat ditambahkan hukuman berupa hukuman kebiri,” tuturnya dengan tegas.

Kini, pihaknya mendorong dan mendesak kepolisian untuk menggunakan pasal 81, 82 dari Undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang Penerapan Perpu nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

“Berdasarkan investigasi tim kami ke keluarga korban, pelaku dan polisi, para pelaku bisa dikenakan pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) karena direncanakan janjian lewat Facebook, ada pemberian pil hexymer yang seolah-olah diminta korban dan bahkan ada permintaan 100 ribu kepada para pelaku,” pungkas Arist.

Berkaca pada kasus pemerkosaan gadis remaja secara bergilir tersebut, mantan sekretaris jenderal Komnas PA selama 12 tahun itu, meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus mencanangkan gerakan peduli anak sekampung. Supaya yang bertanggung jawab melindungi anak itu sekampung. Setiap kampung, RT, RW hingga kelurahan menjaga warga yang ada di kampung tersebut. 

“Konsepnya anakku adalah anakmu, cucuku adalah cucumu. Jadi harus saling menjaga apapun yang terjadi, demi keamanan lingkungan kita. Dan orang tua, harus melek teknologi agar dapat mengawasi anaknya menggunakan gadget dan media sosial secara cerdas dan cermat,” tutupnya.

BACA JUGA: Polisi Temukan Fakta Baru Atas Meninggalnya Gadis Dibawah Umur Yang Diperkosa di Tangsel

Seperti diberitakan Redaksi24.com, aksi pemerkosaan secara bergilir terhadap OR (16) dilakukan oleh delapan orang pelaku yang merupakan warga satu kampung di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kejadian naas itu pun, terjadi dua kali pada 10 dan 19 April 2020. 

Malangnya, sebelum digilir, OR terlebih dulu dicekoki pil hexymer tiga butir. Akibat dari pil tersebut dan tindakan pemerkosaan, OR kemudian sakit, depresi hingga kemudian meninggal pada 11 Juni 2020 dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Tanjung Priyang, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel.

Kasus itu saat ini masih ditangani Polsek Pagedangan. Dari delapan pelaku, tujuh orang diantaranya sudah dibekuk Yakni,  Fikri, Sudirman, Denis, Anjayeni, Diki, S, dan D. Sedangkan satu tersangka lainnya dengan inisial R masih buron. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.