Komnas LPA Pandeglang Dampingi Korban Pelecehan Seks Dukun Cabul

oleh -
korban pelecehan Dukun Cabul
Petugas Komnas LPA Pandeglang memberikan trauma healing pada sejumlah wanita korban pelecehan seks dukun cabul.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komnas Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pandeglang, Banten, melakukan pendampingan terhadap sejumlah korban pelecehan seksual, yang diduga dilakukan orang pintar alias dukun.

Kasus tersebut sekarang ini tengah ditangani petugas Polres Pandeglang. Pelaku sudah diamankan petugas ke Mapolres Pandeglang. Kini dukun cabul yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita itu, tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Pandeglang.

Ketua Komnas LPA Pandeglang, Mujizat Gobang Pamungkas mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari DP2KBP3A Pandeglang, pihaknya langsung turun tangan dan melakukan kroscek terkait kasus tersebut. Selain itu, dapat informasi juga dari masyarakat, setelah ditelusuri ternyata benar adanya kasus pelecehan seksual tersebut.

“Pelecehan dan kejahatan seksual itu benar adanya, pelakunya mengaku orang pintar, padahal sebetulnya bukan orang pintar,” ungkap Gobang saat ditemui di lingkungan Setda Pandeglang, Jumat (24/1/2020).

Dijelaskannya, dari hasil penelusuran yang dilakukannya, modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu memiliki kekuatan ilmu gaib untuk memperalat korban, dengan cara diiming-imingi bisa melipat gandakan uang.

“Selain itu, pelaku juga seperti menggunakan hipnotis. Sehingga korban seperti tidak sadar ketika dilakukan tidak senonoh oleh pelaku,” katanya.

Diketahuinya, perilaku bejat yang dilakukan pelaku rupaya tidak hanya wanita dibawah umur, tapi banyak pula orang dewasa atau kaum ibu rumah tangga. “Korbannya bukan hanya wanita dibawah umur, namun wanita yang dewasa juga banyak,” ujarnya.

Menurutnya, dalam mendampingi para korban kejahatan seksual itu, pihaknya bersama penyidik PPA Polres Pandeglang, melakukan visum ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Bunda. Hasilnya positif ada perilaku pelecehan seksual terhadap korban.

“Setelah itu kami memberikan trauma healing, karena memang korban itu terganggu kejiwaannya,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Redaksi24.com Jalin Kerjasama dengan Bupati Pandeglang

. Komnas PA Pandeglang Akan Bentuk Satgas Hingga Tingkat Desa

. Mujizat Gobang Pamungkas Pimpin Komnas Perlindungan Anak Pandeglang

Gobang mengaku, pihakanya akan terus mengawal kasus tersebut sampai bergulir ke persidangan. Sebab kasus itu modusnya berbahaya, karena pelaku berperan seperti ulama tapi padahal bukan ulama.

“Pelaku hanya memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dan rata-rata sasaran pelaku adalah anak yatim,” tuturnya.

Pendampingan terhadap korban, selain memberikan trauma healing, pihaknya juga akan membantu untuk mendatangkan psikolog, ketika ada permintaan dari pihak korban. “Karena korbannya banyak juga wanita dibawah umur, maka sesuai Tupoksi LPA, kami akan terus memberikan pendampingan terhadap korban hingga benar-benar pulih lagi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.