Komisi VI DPR RI Minta Pertamina Kurangi Ketergantungan Impor

oleh -
komisi vi dpr ri
Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana meminta Pertamina agar dalam melakukan restrukturisasi dapat mengurangi ketergantungan impor konsumsi energi dalam negeri/Foto: Ananta Wahana/Dok-R24.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana meminta Pertamina agar dalam melakukan restrukturisasi memiliki dampak langsung terhadap kemandirian energi nasional, dan dapat mengurangi ketergantungan impor konsumsi dalam negeri.

“Kami minta restrukturisasi ini tidak hanya di atas kertas. Tapi punya dampak terhadap kemandirian, dan efektif mengurangi ketergantungan impor energi nasional,” ujar Ananta Wahana, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT Pertamina Persero, Nicke Widyawati, secara daring, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, kata Ananta, restrukturisasi perusahaan pelat merah ini juga harus memberikan dampak nyata di tengah pandemi ini kepada stakeholder yang sesungguhnya, yaitu rakyat Indonesia.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu mencatat setidaknya ada delapan lini bisnis anak cucu perusahaan Pertamina, seperti Migas, bisnis kesehatan dan rumah sakit, penerbangan, asuransi, properti, perhotelan, mini market, hingga bisnis pendingin ruangan.

“Dari itu, harus dipilih mana yang diprioritaskan. Ini kan terlalu luas, lini usaha Pertamina terlalu luas,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ananta juga menyinggung soal PERTAMINI, kata dia, banyak POM-POM bensin mini milik warga di sepanjang jalur lintas Jawa, Tangerang, Madiun, hingga Banyuwangi entah itu legal atau ilegal.

Menurut dia, Pertamina seharusnya bisa semakin ikut meningkatkan pemberdayaan rakyat UMKM lewat perluasan partisipasi dalam pengadaan SPBU PERTAMINI atau PERTASHOP.

Sebab faktanya BUMN itu memang punya lini bisnis yang khusus menggandeng UMKM sebagai mitra pengadaan BBM di daerah-daerah.

“Hal ini penting dalam rangka pemberdayaan ekonomi kerakyatan, apalagi di tengah masa pandemi,” ujar Ananta Wahana.

 

Restrukturisasi Pertamina

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Persero, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI itu menyampaikan soal rencana restrukturisasi bagi anak-anak perusahaan PT Pertamina.

Menurut Nicke, bahwa restrukturisasi ini merupakan kelanjutan dari perampingan yang telah berjalan sebelumnya pada Juni 2020 lalu. Hal ini sejalan dengan telah ditetapkannya Pertamina sebagai induk atau holding BUMN Energi di Indonesia.

Setelah mengalami perampingan terhadap sekitar 127 anak usahanya, kini Pertamina hendak melakukan sub-holding atas beberapa anak dan cucu perusahaan.

Nicke menyebut proses holdingisasi di internal Pertamina ini akan berdampak positif bagi kinerja keseluruhan perusahaan, khususnya dalam hal efisiensi, penajaman lini bisnis, penambahan belanja modal usaha, serta peningkatan nilai perusahaan ke depannya.

Selain itu, perusahaan akan dapat lebih fleksibel dalam memperoleh modal usaha dan mencari mitra usaha, tanpa harus melulu tergantung pada Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN.

“Restrukturisasi anak usaha ini dapat mendatangkan tambahan investasi sekitar 300 juta US Dollar. Termasuk juga dalam rencana restrukturisasi ini, adalah pelepasan beberapa anak perusahaan ke lantai bursa saham (IPO),” kata Nicke Widyawati.(ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.