Komisi VI DPR Minta Tiga Kementerian Berhati-hati Susun Anggaran

  • Whatsapp
Komisi VI DPR RI Ananta Wahana
Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Komisi VI DPR RI dalam rapat kerja terkait RKA (rencana kegiatan anggaran)  kementerian/ lembaga bersama tiga menteri  mengingatkan perlunya prinsip kehati-hatian dalam penyusunan anggaran.

Tiga menteri yang hadir tersebut yakni Menteri Perindustrian  Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Pada forum rapat itu, tiga menteri tersebut melaporkan soal rencana kerja dan penyesuaian anggaran tahun 2021 dengan usulan tambahan anggaran di atas Rp 500 miliar.

Bacaan Lainnya

Terkait hal itu legislator Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana, menekankan bahwa dengan APBN yang memiliki beban berat di masa pandemi Covid-19, setiap kementerian dan lembaga harus menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Penting menggunakan prinsip kehati-hatian dan berpatokan pada efektivitas serapan anggaran di tahun depan,” tanda anggota Fraksi PDIP asal Dapil Banten III ini saat rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Dalam sesi pendalaman, Ananta menggaris bawahi beberapa perusahaan di bawah Kementerian BUMN yang masih bisa meraih laba di masa pandemi sekaligus berkontribusi dengan pajak yang bisa disetor ke negara.

Kata Ananta perusahaan-perusahaan ternyata itu terkategorikan non-strategis. “Ironisnya BUMN-BUMN strategis di sektor energi dan infrastruktur justru kebanyakan terbenam dalam kerugian dan terbelit siklus hutang,”katanya.

Oleh karena pihaknya meminta rencana kerja dan restrukturisasi yang transparan dari Menteri BUMN.

Terhadap Menteri Koperasi dan UKM, Ananta menyatakan saat ini terdapat sekitar 124 ribu koperasi secara nasional. Tetapi kebanyakan koperasi justru merasa belum digandeng oleh Kemenkop UKM dan belum memperoleh sosialisasi program-program terkini dari kementerian tersebut.

Padahal, sambung dia, koperasi merupakan kunci pemerataan pembangunan di tingkat sosial menengah ke bawah, apalagi di masa pandemi saat ini.

Merespon masukan Komisi VI Menteri BUMN Erick Thohir mengucapkan terima kasih. Erick  mengakui memang saat ini keadaan yang terjadi di BUMN adalah seperti yang disebut Ananta Wahana.

Namun Erick juga menjelaskan, di tahun depan ada pembedaan  prioritas BUMN menjadi 2, yaitu klaster penugasan dan investasi. Untuk BUMN klaster penugasan seperti HK (Hutama Karya), fokusnya pelayanan publi,  dan pemerintah akan membantu meringankan beban keuangannya.

“Sementara untuk klaster investasi fokusnya adalah laba dan sumbangan untuk negara, BUMN klaster ini memang tidak boleh terus mengalami kerugian dan harus bisa profit,”jelas menteri. (Agung/Jaya)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.