Komisi IX DPR-RI Harap Rendahnya Stunting di Kota Tangerang Jadi Contoh Daerah Lain

oleh -
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat menerima rombongan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Untuk meningkatkan kesehatan dan menekan terjadinya penurunan stunting pada balita, Pemkot Tangerang melakukan aksi intervensi penurunan stunting terintegrasi berupa intervensi spesifik dari sektor kesehatan maupun intervensi sensitif dari luar kesehatan.

Salah satunya meliputi peningkatan surveilans gizi dan pemantauan pertumbuhan serta peningkatan akses dan mutu paket pelayanan kesehatan dan gizi pada 1.000 hari pertama di kehidupan balita dan remaja.

Demikian kata Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dihadapan rombongan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) saat melakukan kunjungan kerja spesifik tentang Pengawasan Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tangerang yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten, Selasa (30/11/21).

Wakil Wali Kota yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dini Anggraeni beserta Kepala OPD terkait menjelaskan, bahwa kesehatan itu merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Karenanya, lanjut dia, kesehatan tersebut menjadi salah satu bidang prioritas pembangunan bagi Pemerintah Kota Tangerang.

BACA JUGA: Wali Kota Tangerang Usulkan Konsep Penataan Ruang ke Kementerian ATR/BPN

“Jadi kesehatan ini memang harus menjadi prioritas, karena dengan kesehatan pula pembangunan di Kota Tangerang akan lebih mudah berkembang,” kata Sachrudin.

Lebih jauh Sachrudin menjelaskan meski berdasarkan Data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Kota Tangerang menunjukan angka stunting pada balita di Kota Tangerang sebesar 9,08% pada tahun 2021, namun pencegahan harus terus dilakukan.

“Menurut WHO angka tersebut masih di bawah ambang batas masalah kesehatan masyarakat karena masih di bawah 20%, jadi masih tergolong rendah, akan tetapi Pemkot Tangerang tetap terus melakukan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tangerang,” tandas Sachrudin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua tim rombongan Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, prevalensi anak Indonesia di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting yaitu 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita.

“Untuk itulah Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Tangerang guna membahas secara langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021,” kata Emanuel.

Dan dari apa yang sudah dipaparkan, tambah dia,  angka stunting di Kota Tangerang terbilang cukup bagus, saya harap ini bisa menjadi contoh bahwa di daerah perkotaan juga stunting masih menjadi permasalahan serius,” tukas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI (Adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.