Kominfo Minta Video Penyerangan Mabes Polri Tidak Diviralkan

oleh -
mabes polri, teroris, viral, penyerangan, Kementerian Kominfo RI, masyarakat,
Kondisi dan situasi Mabes Polri saat ini sudah kembali normal.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten tentang dugaan serangan teroris di Markas Besar (Mabes) Polri, Rabu (31/3/2021) sore karena mengandung kekerasan.

“Terkait dengan dugaan tindak terorisme di Mabes Polri 31 Maret 2021, Kementerian Kominfo mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten, baik berupa video, foto, maupun narasi berisi aktivitas kekerasan, gambar korban, berita bohong atau berita yang dimanipulasi, dan konten lain yang sejenis,” kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, dalam pesan singkat, Rabu malam.

Teroris, kata dia, berupaya menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat. Menurut Dedy, jika menyebarkan konten aksi terorisme, akan membantu mencapai tujuan teroris, yaitu menyebarkan rasa takut dan keresahan di masyarakat.

Kominfo saat ini sedang mengadakan patroli siber untuk memutus penyebaran konten kekerasan di Markas Besar Polri sore ini.

BACA JUGA: Polri Harus Tangkap Penyebut Bom Katedral Makasar Rekayasa

Kominfo juga meminta masyarakat melapor ke aduankonten.id jika menemukan konten yang melanggar undang-undang, termasuk untuk unggahan yang mengandung terorisme atau radikalisme.

Sebelumnya, Markas Besar Polri di Jakarta diserang orang tidak dikenal yang diduga teroris sekitar pukul 16.30 WIB. Polisi menembak orang tak dikenal (OTK) yang berpakaian serba hitam, yang memaksa masuk ke salah satu gedung di kompleks Mabes Polri.

Laporan wartawan Antara, yang berada di Mabes Polri saat kejadian berlangsung, terdengar beberapa kali suara tembakan sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku terduga teroris itu tewas tertembak di lokasi, jenazahnya dibawa ke RS Polri Raden Said Sukanto di Kramat Jati, Jakarta Timur. Malam ini, anggota keluarga pelaku datang ke rumah sakit dan sedang didata.

Setelah serangan, penjagaan di sekitar Mabes Polri diperketat, begitu juga dengan rumah dinas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pengamanan juga diperketat di sejumlah Markas Polda di Indonesia, termasuk Polda Metro Jaya yang menutup akses masuk untuk publik setelah serangan di Mabes Polri Rabu sore.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.