KNPI Minta Penghina Raja Malaysia Dihukum Maksimal

  • Whatsapp
raja malaysia, knpi, polisi, KBRI, kuala lumpur,
BP KNPI Malaysia, Tengku Adnan.

KUALA LUMPUR, REDAKSI24.COM – Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (BP KNPI) di Malaysia menyampaikan apresiasi kepada Kemenlu RI dan KBRI Kuala Lumpur yang meminta Kepolisian RI untuk melakukan pengusutan terhadap akun instagram penghina Raja Malaysia.

“Jika pemilik akun Instagram @bukan_bangjago berdomisili di Wilayah NKRI, kami mendesak agar Kepolisian RI untuk tidak melengahkan waktu dan segera melakukan pengusutan sehingga pelaku dapat tertangkap serta bertanggungjawab atas perbuatannya secara hukum,” ujar Ketua BP KNPI Malaysia, Tengku Adnan di Kuala Lumpur, Minggu (3/1/2021).

Bacaan Lainnya

Vice President Committee ASEAN for Youth Cooperation (CAYC) itu meminta pelaku untuk diambil tindakan hukum yang berlaku. Apabila pelakunya warga negara Malaysia, pihaknya meminta untuk diberikan hukuman maksimal sesuai perundang-undangan yang berlaku di Malaysia.

“Apabila pelakunya WNI, kami meminta Pemerintah Indonesia khususnya Kepolisian Indonesia untuk memberikan hukuman maksimal sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” katanya.

Kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia dimanapun berada, Tengku Adnan mengharapkan untuk tidak saling mengecam atau menghina satu sama lain. Karena ini dapat mengganggu keharmonisan antar-masyarakat yang sudah hidup rukun sejak sekian lama.

BACA JUGA: Muncul Ratusan Kasus Baru Covid-19, Masjid di Beijing China Kembali Ditutup

“Jika kejadian penghinaan terhadap lambang, bendera dan Lagu Kebangsaan terjadi lagi di kemudian hari di Indonesia ataupun di Malaysia, kami tegaskan Kepolisian Indonesia dan Polisi Malaysia harus segera mengambil tindakan proses hukum yang berlaku di negara masing-masing sehingga tindakan ini akan menjadi efek jera,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi Polisi Di Raja Malaysia (PDRM) atas reaksi cepat tanggapnya yang telah melakukan penyelidikan hingga tertangkapnya WNI pelaku pengunggah video parodi lagu Indonesia Raya di Sabah Malaysia dan karena upaya tersebut maka pelaku lainnya di Cianjur juga tertangkap Kepolisian Indonesia.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.