Kisah Guru SMA/SMK Prisma Kota Serang, 13 Tahun Mengabdi Tiba-tiba Sekolah Tutup

  • Whatsapp
sekolah tutup kota serang
Plang SMA/SMK Prisma Kota Serang meninggalkan kenangan bagi siswa dan guru.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Seorang guru bernama Hafid Rudin yang mengajar di sekolah SMA/SMK Prisma Kota Serang, Banten mengaku kaget bercampur sedih saat mendengar sekolah tempatnya mengabdi selama 13 tahun tiba-tiba ditutup alias bangkrut.

Hafid mengaku tidak mengetahui apa alasan Yayasan Prisma Sanjaya sehingga menututup sekolah SMA/SMK Prisma yang telah menelurkan banyak generasi cerdas selama lebih dari 30 tahun. Terlebih sekolah tempatnya mengabdi itu pernah menjadi sekolah favorit di Ibu Kota Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah 13 tahun lebih mengabdi di sekolah Prisma (Kota Serang). Saya tahunya sekolah akan ditutup saat ikut rapat,” katanya kepada Redaksi24.com di Kota Serang, Selasa (30/6/2020).

Hafid menceritakan, pada bulan Mei 2020 lalu, pihak yayasan mengundang seluruh guru untuk menggelar rapat.

BACA JUGA: Sepi Peminat, SMK Prisma Kota Serang Tutup

Dalam rapat tersebut, pihak yayasan mengungkapkan akan menutup lembaga pendidikannya pada tahun ajaran 2020/2021. Pihak Yayasan Prisma Sanjaya juga tidak menjelaskan alasan penutupan sekolah tempatnya membagi ilmu kepada siswa siswinya tersebut.

Mendengar pengumuman  itu, Hafid mengaku kaget sekaligus sedih. Pasalnya, SMA/SMK Prisma sudah menjadi rumah kedua baginya. “Saya pikir gak ada dukanya, suka semua, karena kerjaan kami mengajar, membagi ilmu gak ada dukanya,” imbuhnya.

Hafid mengakui para siswa SMA/SMK yang masih tersisa saat ini sudah dipindahkan ke sejumlah sekolah negeri dan seasta. Menurut dia, siswa yang dipindahkan itu mereka yang naik ke kelas 2 dan ke kelas 3. “Untuk kelas 3 sudah dinyatakan lulus,” jelasnya.

Guru olahraga itu menyebut, rekan-rekan guru lainnya juga mendapat tempat mengajar yang baru. Sedangkan Hafid mengaku masih mencari sekolah yang mau menerimanya untuk mengabdikan ilmunya. “Saya ingin menjadi guru lagi, karena ijazah saya memang guru,” tuturnya.

BACA JUGA: RTRW Disetujui, Kota Serang Pertahankan Lahan Pertanian

Hafid yang berasal dari Kecamatan Ciruas itu berharap siswa yang pernah dididiknya di Prisma betah di sekolah yang baru, belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi siswa yang sukses.  Untuk guru yang pernah mengabdi bersama di Prisma, dia berharap bisa mendapatkan tempat mengajar yang layak.

“Ada sekitar 30 guru dari SMA/SMK. Kalau siswa yang dipindahkan ada sebanyak 130 orang termasuk SMA/SMK,” ungkapnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.