Kinerja Dinsos Pandeglang Dipertanyakan Soal Tangani Anak Jalanan

oleh -
Dok.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Adanya anak kecil seusia pelajar SD yang menjadi gelandangan di Lampu Merah sekitaran alun-alun Kota Pandeglang, menjadi perhatian sejumlah pihak, sehingga kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang dipertanyakan terkait penanggulangan anak jalanan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Pandeglang, Gobang Pamungkas, bahwa pihak Dinas Sosial cukup punya peran penting dalam menanggulangi persoalan anak jalanan. Karena secara kelembagaan terkait penanganan, pemulihan itu adanya di Dinas Sosial.

Hari ini kita pertanyakan kinerja sosial terkait perlindungan anak. Katanya sudah ada rumah singgah, tapi difungsikan atau tidak,” ungkap Gobang.

Memang lanjut Gobang, persoalan penanggulangan anak tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Akan tetapi, jika memang persoalan anak jalan di bawah umur tersebut di luar jangkauan Dinsos misalnya, maka ayo berembuk bersama-sama dalam menangani persoalan tersebut.

“Hak-hak anak harus terjaga dan masa depan mereka harus diperhatikan, jangan sampai menjadi gelandangan, berkeliaran di jalan,” katanya.

BACA JUGA: Miris, Anak Usia Sekolah SD Jadi Gelandangan di Lampu Merah Pandeglang

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Pandeglang, Habibi Arafat mengaku, bahwa persoalan ini menjadi tugas besar bagi Dinas Sosial untuk menangani anak jalanan di bawah umur. Pihaknya juga meminta, Dinsos turun untuk menginvetarisi anak jalan tersebut.

“Harus benar-benar disikapi secara serius, makanya saya tekankan Dinsos harus turun untuk mendata gelandangan di bawah umur itu,” kata Habibi melalui sambungan telepon, Kamis (25/2/2021).

Lanjut Habibi, ketika ada persoalan tersebut, pemerintah harus hadir di tengah mereka (anak jalanan, red). Karena kenapa anak-anak di bawah umur itu bisa sampai menjadi gelandangan, apakah memang kurang pembinaan dari pihak keluarga, persoalan ekonomi ataukah ada persoalan lainnya.

Terlebih politisi Golkar itu menghawatirkan, terjadi eksploitasi anak. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar Dinsos turun tangan.

“Mereka (anak-anak) adalah generasi penerus harus diselamatkan. Jangan sampai keluyuran jadi gelandangan, kasian dan mereka harus punya masa depan yang baik,” tandasnya. (Samsul/Hendra)