Khawatir Jadi Kluster Baru Covid-19, Dinas Koperasi Lebak Tutup Pelayanan Tatap Muka Pengajuan Bantuan Pemerintah Untuk Usaha Mikro Yang Membludak

  • Whatsapp
Kantor Dinas Kopersi UKM Lebak

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Dinas Koperasi dan UKM Lebak menutup sementara pelayanan tatap muka pengajuan bantuan pemerintah untuk usaha mikro (BPUM). Penutupan tersebut dilakukan menyusul membludaknya masyarakat yang mendatangi kantor Dinas Koperasi yang berada di Jalan Hardiwinangun, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, guna mengajukan permohonan bantuan tersebut.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Lebak Omas Irawan mengatakan, semulanya pihak dinas koperasi sendiri membuka pelayanan tatap muka  bagi warga yang ingin  mengajukan permohonan bantuan tersebut dengan kuota pelayanan 150 orang per harinya. Namun, sejak informasi diperpanjangnya pendataan BPUM tersebut, kantor Dinas Koperasi diserbu oleh ratusan warga melebihi kuota yang telah dibatasi setiap harinya.

Bacaan Lainnya

“Semula kita buka layanan tatap muka, dimana para pelaku UMKM yang ingin mengajukan BPUM bisa mengajukan lewat Desa atau Kecamatan atau langsung datang ke kantor Dinas Koperasi. Namun, yang datang ke kantor kita batasi, dan pelayanannya juga diperketat, dengan mengharuskan pemohon melalui tahap wawancara terlebih dahulu,” kata Omas ketika dihubungi Redaksi24.com, Selasa (13/10/2020).

Omas mengatakan, ditutupnya pelayanan tatap muka bertujuan untuk mencegahnya kerumunan warga, dengan mengingat penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Lebak yang terus bertambah setiap waktunya.

“Ini keputusan Pimpinan (Bupati Lebak), terlebih kita juga kan sedang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jadi sebisa mungkin kita hindari kerumunan massa,” ujarnya.

Dikatakannya, bagi warga yang ingin mengajukan permohonan bantuan yang ditujukan untuk pelaku UMKM tersebut dapat mengajukan permohonannya dengan melengkapi persyaratan ke kantor Desa atau Kecamatan setempat. Nantinya, pihak Desa atau Kecamatan akan merekapitulasi data, dan melampirkannya ke Dinas Koperasi dan UKM Lebak.

“Kami akan mengirimkan rekapitulasi data usulan dari masing-masing kecamatan setiap hari setelah kelengkapan persyaratan terpenuhi. Batas akhir penerimaan data usulannya sampai 27 November 2020,” terang Omas.

Untuk diketahui Kementerian Koperasi dan UKM memperpanjang waktu pendataan program BPUM sebesar Rp2,4 juta. Penerimaan data akan berakhir pada 27 November 2020. Pada perpanjangan kali ini, Kemenkop dan UKM menargetkan akan mendata sebanyak 2,9 juta pelaku UKM se-Indonesia.(Yusuf/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.