Ketua RW 04 Perumahan Griya Kencana I Berkilah Tutup PAUD Anyelir Karena Tidak Bayar Iuran

oleh -
Pengelola PAUD Anyelir, Sukaesih menunjukan bukti chat iuran sewa sebesar Rp750 ribu dari Ketua RW 04, Perumahan Griya Kencana I.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Buntut ditutupnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada pendidikan anak usia dini (PAUD) Anyelir oleh Ketua RW O4 Perumahan Griya Kencana I, membuat pihak kelurahan Pedurenan turun tangan untuk mempertemukan antara pihak PAUD dan Pengurus RW.

Pertemuan yang dilakukan di Kantor Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten pada Jumat (19/11/2021) itu, menghasilkan pelaksanaan PTM tersebut bisa dilakukan kembali pada Senin (22/11/2021) ini.

“Nanti kunci pintu PAUD kita bikin rangkap 3, 1 untuk Posyandu, 1 buat  PAUD  dan 1 lagi untuk RW. Tujuannya agar tidak terjadi miss komunikasi,” kata dia.

Abudrahman menjelaskan, terkait iuran sebesar Rp750 ribu yang diminta oleh Ketua RW 04 MAK, itu  hanya sebatas obrolan di  pengurus RW 04. Namun akhirnya obrolan itu mencuat hingga meresahkan warga.

BACA JUGA: Diduga Belum Bayar Iuran Rp750 Ribu, Ketua RW 04 Perumahan Griya Kencana I Tutup PAUD Anyelir

Menyikapi hal itu Ketua RW 04 Perumahan Griya Kencana, MAK mengaku dirinya tidak ada maksud untuk mengunci PAUD tersebut. Namun karena ia ada keperluan ke luar kota, kunci dititipkan kepada istrinya. 

Terkait permintaan iuran Rp750 ribu pada PAUD itu, dengan entengnya MAK mengaku itu hanya candaan di dalam forum diskusi grup RW 04. “Tidak ada. itu hanya candaan. Bicaranya begini, kalau ini bisa kita sewakan alhamdulillah. Bisa bantu untuk keperluan kebersihan dan keamanan,” kilah dia.

Sementara itu, Pengelola PAUD Anyelir, Sukaesih mengungkapkan, pihaknya merasa keberatan untuk membayar iuran tersebut, karena kegiatan itu sifatnya hanya sosial. “kami punya uang dari mana. Kecuali ada donatur yang mau membangun gedung PAUD di samping Posyandu,” kata dia.

Sedangkan cha yang diterima dari Ketua RW, mereka harus bayar iuran sebesar Rp750 ribu. “Iya betul dan dia (Ketua RW04) sampai sekarang tidak mau memberi kunci Posyandu nya, malahan Posyandu disuruh bikin gedung sendiri, luar biasa memang,” kata Sukaesih menangkap sikap ketua RW yang seharusnya bisa meringankan beban masyarakatnya itu.(Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.