Ketua PBNU: Pelaku Usaha Mikro Sangat Sulit Mengakses Perbankan

oleh -
Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj. (Photo Istimewa)

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)  KH Said Aqil Siradj menyebut pelaku usaha mikro sangat sulit mengakses perbankan untuk mendapatkan kredit.

“Akses perbankan sangat sulit, berliku-liku, ini yang terjadi di bawah seperti itu. Memang ada program KUR, tapi masih banyak rintangan,” ujar Said Aqil Siradj dalam diskusi bertajuk “BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat di era Covid-19”, di Jakarta, Rabu.

Dikatakan, pemerataan kesempatan untuk berusaha sejatinya menjadi hal penting dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik. Karena itu dia meminta pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro dalam mengakses perbankan.

“Jangan sampai kekayaan dimiliki oleh kelompok-kelompok itu saja,” ucapnya.

Ketua PBNU berharapa Erick Thohir selaku Menteri BUMN dapat mengakomodasi kendala pelaku usaha mikro sehingga turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada diskusi itu, menyatakan, pihaknya memiliki tiga fokus utama yang meliputi program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Menurut dia, dalam program Indonesia Bekerja, terdapat program bantuan UMKM produktif  hingga program percepatan penyerapan tenaga kerja.

Dijelaskan Menteri Erick Thohir, rencananya pada akhir bulan Agustus ini bantuan produktif bagi usaha mikro segera terealisasi. “Usaha mikro ini adalah usaha yang tadi Pak Kyai sampaikan, yang benar-benar kecil. Jadi jumlahnya kurang lebih 12 juta,  ini berdasarkan  data dari bank wakaf,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia,  juga mengalokasikan dana sebesar Rp2,4 juta per usaha mikro. “Ini hibah, langsung, bukan pinjaman dan lain-lain. Jumlahnya 12 juta, data yang terkumpul hari ini baru 9 juta. Dan ini yang akan kita lakukan segera,”bebernya.

Di sisi lain, tambah Erick Thohir, beberapa BUMN juga ditugaskan seperti Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, BRI dan lainnya untuk menunda bunga bagi usaha mikro dan UKM.( Zubi/Ant/Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.