Ketua MPR RI Bamsoet Sebut Alarm Lonjakan COVID Pasca Lebaran

oleh -
ketua mpr ri bamsoet
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan ditemukannya ribuan pemudik positif COVID adalah alarm adanya potensi lonjakan infeksi corona pasca lebaran/Foto: Bamsoet/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa temuan 4.124 pemudik positif COVID-19 hasil tes acak dalam Operasi Ketupat 2021 adalah alarm atau peringatan adanya potensi lonjakan infeksi virus corona pasca lebaran.

Oleh karena itu, Bamsoet meminta pemerintah dan semua pihak bergerak cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus aktif COVID dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.

Upaya pencegahan, imbuh dia, diantaranya melakukan mitigasi dengan membuat pedoman rekayasa dan kesiapan layanan kesehatan jika lonjakan kasus aktif corona benar-benar terjadi pasca libur lebaran.

“Temuan itu menjadi alarm, bahwa risiko penularan cukup tinggi, dan ada potensi lonjakan kasus aktif virus corona setelah lebaran. Karena itu saya minta pemerintah dan seluruh pihak agar gerak cepat melakukan berbagai upaya pencegahan,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Bamsoet juga meminta pemerintah melakukan koordinasi antar Satgas Penanganan COVID mulai dari tingkat nasional sampai tingkat kelurahan/desa serta menerapkan pembatasan mobilitas secara ketat.

“Khususnya pemerintah daerah agar lebih gencar melakukan pengetesan dan penerapan isolasi mandiri untuk mencegah lonjakan kasus COVID di daerah,” ujar Bamsoet.

 

Patuhi protokol kesehatan

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Amirsyah Tambunan mengingatkan agar umat Islam senantiasa mematuhi protokol kesehatan dalam merayakan Idul Fitri 1442 H karena masih dalam pandemi COVID-19.

Menurut Amirsyah, infeksi virus corona merupakan ancaman nyata dan juga telah menelan banyak korban.

Kata dia, memasuki tahun kedua pandemi COVID sudah ada dua tokoh MUI yang meninggal dunia, yaitu Dr Nazarudin Ramli dan Dr Teuku Zulkarnaen, sehingga ini tidak hanya sekedar ancaman, tetapi sudah terbukti telah menelan korban.

”Banyak lagi tokoh-tokoh yang sudah mendahului kita. Sekali lagi saya ingatkan agar kita semua tetap waspada. Kewaspadaan terhadap diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat,” tutur KH Amirsyah.(ejp)

No More Posts Available.

No more pages to load.