Ketua Komisi II DPR RI: Pemilu Serentak 2024 Kompleks dan Rumit

oleh -
ketua komisi ii dpr ri ahmad doli kurnia sebut pemilu serentak 2024 rumit
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 memiliki Kompleksitas dan kerumitan sangat tinggi/Foto: Ilustrasi – Pemilu dan Pilkada Serentak 2024/Antara.

PALANGKA RAYA, REDAKSI24.COM–Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, bahwa Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 memiliki kompleksitas dan kerumitan sangat tinggi, sehingga masih perlu dilakukan kajian rencana dan persiapan pelaksanaannya.

“Pemilu Legislatif, DPD, Pilpres dan Pilkada 2024 itu pekerjaan berat, dan kompleksitasnya sangat tinggi, karena dilaksanakan secara serentak,” kata Ahmad Doli Kurnia, di Palangka Raya, usai menghadiri Muswil V KAHMI Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (28/5/2021).

Selain itu, menurut Politisi Partai Golkar itu, potensi kerumitan dalam Pilkada Serentak 2024 juga sangat tinggi. Tidak hanya membebani pemerintah dan penyelenggara pemilu nantinya, partai politik dan masyarakat juga bisa ikut bingung.

Karena itu, lanjut dia, Komisi II DPR RI dan pemerintah pusat masih mengkaji rencana dan persiapan Pemilu dan Pilkada yang digelar barengan pada 2024.

 

Mengurai potensi masalah

Ahmad Doli Kurnia juga menyebut, dengan kompleksitas yang sangat tinggi itu, Komisi II DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencoba menguraikan agar potensi masalah pada Pemilu 2024 secara nasional bisa berkurang, sehingga pemilu berjalan lancar, aman dan tidak menimbulkan persoalan yang bisa merugikan masyarakat dan penyelenggara.

“Terpenting, proses politik tersebut harus menghasilkan pilihan yang berkualitas. Untuk itu, konsepnya terus disusun dan mencoba mengurangi kompleksitas,” ujar Doli Kurnia.

“Sehingga hal baru yang dilakukan pemerintah ini bisa berjalan lancar dan tidak ada hal-hal yang kita takutkan terjadi,” sambungnya.

Menurut dia, pemerintah akan menggelontorkan dana cukup besar untuk Pemilu Serentak 2024. Namun, besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan.

“Estimasi biaya dari APBN sebesar Rp86,9 triliun, APBD Rp26 triliun total untuk keseluruhan se-Indonesia diperkirakan mencapai Rp112 triliun, dan itu masih kami kaji untuk empat tahun anggaran 2022, 2023, 2024, 2025,” ungkapnya.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.