Ketua DPRD Semangati Paramedis Covid-19 di RSUD Banten

  • Whatsapp
RSUD Banten
Ketua DRPD Banten, Andra Soni meninjau kesiapan RSUD Banten sebagai pusat rujukan pasien Covid-19 di Banten, Rabu (25/3/2020).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Ketua DPRD Banten Andra Soni memberikan support kepada seluruh Paramedis RSUD Banten yang akan melaksanakan tugas cukup berat berkenaan dengan penanganan pasien Covid-19 di Provinsi Banten.

Sejak Rabu (25/3/2020) hari ini, RSUD Banten secara resmi sudah menjadi RS rujukan utama pasien Covid-19 di Provinsi Banten. Hingga hari ini, berdasarkan data dari website resmi corona.bantenprov.go.id, total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Banten mencapai 142 orang. Pasien tersebut kini masih tersebar di RSUD rujukan masing-masing daerah, dan secara perlahan akan dipindahkan ke RSUD Banten.

Bacaan Lainnya

“Intinya, kami selaku wakil rakyat yang diamanahi untuk duduk di legislatif, memberikan support moral penuh kepada Paramedis yang akan bekerja di RSUD Banten ini,” ujarnya saat melakukan Sidak ke RSUD Banten, Selasa (24/3/2020) bersama Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar.

Andra mengaku menjadi barisan terdepan dalam penanganan Covid-19 ini memang tidak mudah, butuh kesiapan lahir dan batin untuk menjalankan semua tugas ini. Jadi, kata dia, tim medis harus diberi dukungan moril, karena mereka merupakan pahlawan kesehatan.

“Kami saja mau ke sini sedikit khawatir. Tapi karena tugas, mudah-mudahan semuanya akan baik-baik saja,” tegas Andra.

Politisi Gerindra itu juga mengajak kepada rekan-rekan media untuk bersama memberitakan yang positif terkait upaya tim kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Banten sehingga masyarakat bisa merasa lebih tenang.

BACA JUGA:

. Soal Pembahasan LKPj 2019, Pansus Minta Ketua Dewan Surati Gubernur Banten

. Pemprov Banten Alokasikan Rp107 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

. Mulai Hari Ini, RSUD Banten Jadi Pusat Rujukan Pasien Covid-19

Apa yang dilakukan Pemprov Banten, kata dia, sudah sesuai dengan apa yang disampaikan masyarakat. Secara teknis pihaknya tidak memahami penanganan Covid-19, karena itu pihaknya menyerahkan kepada tim tim kesehatan rumah sakit yang lebih memahaminya.

“Secara kasat mata sudah terlihat upaya maksimal yang dilakukan tim kesehatan dalam menyiapkan agar rumah sakit berfungsi dengan baik dan maksimal. Mereka sudah menyampaikan akan ada sekitar 600 dokter dan tenaga kesehatan untuk menangani Covid-19,” tutupnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.