Ketua DPRD Kabupaten Tangerang: Tindak Tegas Perusahaan Pencemar Lingkungan

oleh -
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang: Tindak Tegas Perusahaan Pencemar Lingkungan DPRD Kabupaten Tangerang Warga Pakuhaji
Menurut Kholid Ismail, perusahaan produksi plafon yang diduga beroperasi tanpa mengantongi izin itu, jelas melanggar aturan. Hal itu, kata dia, harus segera ditindak tegas.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Hingga hampir 1 bulan surat pengaduan warga Kampung Kamal RT 05 RW 04 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, belum mendapat respon dari DPRD Kabupaten Tangerang.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mengatakan, surat pengaduan warga melalui LSM BP2A2N mengenai dugaan pencemaran udara yang dilakukan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera, sudah di disposisikan ke Komisi 4 DPRD Kabupaten Tangerang.

“Surat itu sudah masuk ke saya, dan sudah disposisikan, tinggal tunggu Komisi 4 yang akan menanganinya,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail saat ditemui di ruangannya, Kamis (25/11/2021).

Menurut Kholid Ismail, perusahaan produksi plafon yang diduga beroperasi tanpa mengantongi izin itu, jelas melanggar aturan. Hal itu, kata dia, harus segera ditindak tegas. Dia berjanji secepatnya akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

BACA JUGA: Warga Pakuhaji Laporkan Pabrik Plafon ke DPRD Kabupaten Tangerang

“Tinggal panggil saja manajemen perusahaannya, dinas-dinas terkait, serta kecamatan dan juga Kades (kepala desa) untuk dimintai keterangan,” jelas Kholid Ismail.

Kholid Ismail mengaku keterlambatan dalam menindak lanjuti surat pengaduan warga itu, dikarenakan banyaknya kegiatan yang tengah dijalani anggota Dewan Kabupaten Tangerang.

“Saat ini kami lagi banyak kegiatan, diantaranya menjadi Pansus (panita khusus) perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi menyebut, polusi debu berbahan resin dan kalsium yang dihasilkan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera bisa mengganggu kesehatan warga dalam jangka pendek dan panjang.

Dalam jangka pendek, kata Hendra,  menghirup udara yang sudah terkontaminasi debu serbuk resin dan kalsium, bisa menimbulkan inspeksi saluran pernafasan akut (Ispa). Sementara untuk jangka panjangnya, menurut Hendra Tarmizi, debu berbahan dasar serbuk resin dan kalsium bisa menimbulkan kanker.

“Jadi sebaiknya sebisa mungkin warga harus menghindari menghirup langsung serbuk resin tersebut,” saran Hendra Tarmizi.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.