Ketua Banggar DPR Yakin Semangat Kemerdekaan Bisa Bawa Indonesia Lolos dari Krisis

  • Whatsapp
MH Said Abdullah
Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI, MH. Said Abdullah berkeyakinan semangat  kemerdekaan yang sedang membahana di penjuru negeri ini akan mampu meloloskan Indonesia dari krisis yang diakibatkan  pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II Tahun 2020  minus 5,32 persen dibandingkan triwulan II Tahun 2019 atau secara year on year (yoy).

Bacaan Lainnya

“Kita harus bangga, bahwa kita sudah memasuki Indonesia maj karena pendapatan kita di 2020 awal, sudah 4.220 dollar Amerika Serikat atau sekitar 62,1 juta per kapita. Walaupun dengan adanya pandemi, adanya penurunan income per kapita karena ada kontraksi ekonomi, tetapi yakinlah dengan semangat 17 agustus 1945 ini, yaqin haqqul yaqin kita akan lolos dari pandemi Covid-19,” kata Said Abdullah saat akan menghadiri Sidang Tahunan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020)

Alasan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yakin dengan hal itu  didasarkan karena adanya program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menurut Said Abdullah  apa yang sudah dirumuskan pemerintah merupakan salah satu solusi agar Indonesia bisa keluar dari kontraksi ekonomi sebagaimana yang terjadi pada triwulan II Tahun 2020.

“Saya meyakini dan percaya dengan PEN 2020 di triwulan IV, kita tidak akan mengalami kontraksi lagi sebagaimana triwulan II. InsyaAllah, kalau triwulan II itu minus 5.32, maka prediksi saya di triwulan III, toh kalau mengalami kontraksi hanya di angka 4.1, itu artinya kita bisa mengejar pada triwulan IV. Kalau triwulan IV kita bisa tumbuh 1-2 persen, maka goodbye resesi untuk Indonesia,”ucap Said Abdullah menjelaskan.

Dijelakan, jika  ekonomi Indonesia sebelum 2014 berbentuk piramida, di usia kemerdekaan yang ke-75 tahun ini, diyakini lima tahun kedepan perekonomian Indonesia akan berbentuk belah ketupat.

“Artinya kelompok menengah akan semakin besar dan kelompok kecil akan semakin mengecil, warga yang kaya akan kalah pada kelompok menengah,” pungkas Said Abdullah.(Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.