Ketika Gusdurian Harus Eksis Bagi Warga Kota Serang

oleh -
Haul Gus Dur 10
Sejumlah tokoh lintas agama di Kota Serang, Banten memperinagti Haul Gus Dur ke 10.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Haul KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur ke 10 dijadikan momen untuk bergerak serta meneladaninya sebagai tokoh guru bangsa oleh sebagian warga dan tokoh agama di Kota Serang, Banten.

Menurut tokoh agama Islam, KH Matin Syarkowi, Gus Dur adalah sosok yang ikhlas, meski banyak orang yang hanya memandang dari fisiknya. Tapi sesungguhnya mata dan pendengarannya sangat tajam dalam melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia.

“Maka menjadi Gusdurian harus terus eksis ditengah masyarakat dengan meneladani Gus Dur yaitu tidak bergantung pada siapapun dengan substansinya itu ikhlas,” katanya.

Ungkapan itu disampaikan KH Matin  Syarkowi dalam kegiatan Memperingati Haul Gus Dur ke10 dengan tema “Refleksi Nilai-nilai Pemikiran Gus Dur dan Urgensi Moderasi Beragama”  di Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Kota Serang, Banten, Senin (10/2/2020).

BACA JUGA:

. Dinkes Kota Serang Sebut Stunting Tak Bisa Dihilangkan

Minim SDM, Pelayanan Kesehatan di Kota Serang Belum Maksimal

. Gusdurian Banten dan Forum Lintas Agama Jalin Spirit Kota Serang Toleran

Sementara pemuka agama Katolik, Benediktus Andi Liantono mengungkapakan, yang harus diteladani adalah kesederhanaan Gus Dur, integritasnya soal jabatan yang tidak perlu dibela mati-matian. Sebab sejatinya, kata dia, yang mahal adalah mengabdi kepada masyarakat.

“Generasi muda harus tetap menjaga kesatuan demi terciptanya negara maju,” ungkapnya.

Saat yang sama, tokoh pemuka agama Budha, Romo Sutanta Ateng menceritakan, pada era Gus Dur, umat budha sangat merasakan keadilan. Jika tidak ada Gus Dur, kata dia, mungkin tidak akan pernah ada yang namanya imlek.

“Jika tidak ada beliau, kami tidak pernah bisa merasakan keindahan budaya yang ada di negara ini. Kebudayaan Tionghoa juga tidak akan masuk di negara Indonesia ini,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.