Ketersediaan Pangan di Kabupaten Tangerang Hingga Akhir Tahun 2020 Dipastikan Aman

  • Whatsapp
Petani jagung siap panen.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan proyeksi ketersediaan pangan dan logistik selama Covid-19. Berdasarkan hasil proyeksi hingga Oktober 2020 ketersediaan kebutuhan sembako dan logistik diperkirakan mencukupi. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan mengatakan, proyeksi tersebut dilakukan oleh Dinas Pertanian,  Perindustrian dan Bulog. Kata dia, untuk pangan dan logistik di Kabupaten Tangerang tersedia sampai dengan bulan Oktober 2020 nanti.

Bacaan Lainnya

Adapun logistik yang tersedia yaitu Beras 1,092,110.38 ton, daging sapi 1,334.11 ton, daging ayam 2,442.37 ton, telur ayam 2,612.75 ton, sayuran hijau 7,500.00 ton, Cabe Merah 112.41 ton, Cabe Rawit 40.34 ton, Bawang Merah 93.10 ton, Bawang Putih 16.55 Ton. 

“Kita harus Terus bersinergi dan berkoordinasi agar Ketersediaan Pangan di Kabupaten Tangerang tercukupi” kata Azis, Senin (6/7/2020). 

BACA JUGA: Lahan Pertanian di Banten Terus Menyusut, Kabupaten Tangerang Tertinggi Alih Fungsi Lahan

Azis juga mengakui, dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu pihaknya memastikan ketersediaan ketahanan Pangan dan pendistribusian logistik di Kabupaten Tangerang tersedia sampai akhir tahun. 

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menanam jagung, Sayuran, ubi jalar, tomat hingga cabe di lingkungan masing-masing,” ujarnya 

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim saat memimpin rapat kesiapsiagaan bahan pangan untuk mendukung ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020, di Pendopo Gubernur Banten, siang tadi (Senin, 6/7/2020) mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah daerah harus pintar-pintar untuk menjaga Ketersediaan pangan di Kabupaten/Kota agar ketersediaan terus terjaga. 

“Kita harus tetap siap siaga menjaga ketersediaan bahan pangan dan ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19 ini,” tandasnya. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.