Keterlibatan Perempuan Dalam Politik Masih Terpinggirkan

  • Whatsapp
Siti Fatonah, aktivis perempuan juga Komisioner Bawaslu Kota Tangerang.
Siti Fatonah, aktivis perempuan juga Komisioner Bawaslu Kota Tangerang.

JAKARTA, REDAKSI24,COM-Keterlibatan perempuan dalam politik masih terpinggirkan, baik dalam proses politik maupun pengambilan keputusan. Kebijakan-kebijakan pun cenderung diskriminatif terhadap perempuan.

Hal tersebut disampaiakan Siti Fatonah salah satu pembicara pada Pelatihan Perempuan Politik KORPS PMII Puteri (KOPRI), di Pusdiklat Depnaker, Jakarta Timur, pada 21-23 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, PMII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia adalah organisasi pemuda pergerakan terbesar di Indonesia saat ini. KORPS PMII Puteri yang merupakan bagian dari PMII adalah wadah kaderisasi Puteri yang ada di PMII.

Untuk itu, kata Siti Fatonah, Kader KOPRI harus membuka pola pikir terhadap narasi pembangunan bangsa melalui pendidikan karakter, disamping kader juga harus mampu mempelajari situasi perpolitikan nasional.

“Sebagai perempuan kita harus saling memotivasi, berinovasi, dan implementasi. Sehingga mampu membangun kiprah perempuan diberbagai ranah kehidupan,” ujar aktivis perempuan, yang juga Komisioner Bawaslu Kota Tangerang tersebut.

BACA JUGA:

Bawaslu Akui Media Massa Jadi Corong Pendidikan Politik Warga Banten

Pemberdayaan Perempuan Harus Ditingkatkan

Disebutkan, penguatan kiprah perempuan di bidang politik harus terus dilakukan, dengan meningkatkan sumber daya perempuan. Untuk mewujudkan kader Puteri yang unggul dan maju secara intelektual, spiritual, dan profesional.

“Kebijakan afirmatif tentang kuota 30% keterlibatan perempuan dalam politik, sangat memberikan pengaruh terhadap ruang gerak perempuan,” ungkapnya.

KORPS PMII Puteri
KORPS PMII Puteri

Sehingga, sambung dia, perempuan harus sudah mampu berada di ranah publik. Pandangan misoginis (perempuan selalu salah) pun dapat perlahan diatasi dengan meningkatkan sumber daya perempuan di ranah publik. Dan juga sikap kelembutan dan penuh kasih sayang dari perempuan diharapkan mampu menepis sistem patriarki yang ada.

“Yang pada akhirnya, perempuan dinilai mampu mengembangkan potensi diberbagai bidang. Dan memperkuat kiprah perempuan di panggung politik nasional,” tandasnya.

Sementara, Ayu Sriwahyuni peserta pelatihan dari KOPRI Lebak mengatakan, pelatihan politik ini memberikan wawasan terhadap pandangan dirinya sebagai perempuan dalam meraih berbagai kesempatan dalam keterlibatannya disegala bidang.

Kata dia, perempuan harus terus berjuang untuk mendapatkan haknya sebagai manusia. Mulai dari hal kecil yaitu diskriminasi di lingkungan. “Hingga berbagai masalah lain seperti hak politik, masalah ekonomi, dan isu lainnya,” ucap mahasiswi STAI Wasilatul Falah itu.

Diketahui, Pelatihan Perempuan Politik KORPS PMII Puteri tersebut diikuti kader KOPRI Ciputat, Lebak, Depok, dan KOPRI Kota Bekasi, dengan mengusung tema kiprah perempuan di panggung politik nusantara. (Endang JP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.