Ketahuan Pungli, Pemkot Bandung Pecat Pemikul Jenazah COVID-19 di TPU Cikadut

oleh -
Beberapa warga sedang berziarah di TPU Cikadut, Kota Bandung khusus COVID-19.

BANDUNG, REDAKSI24.COM– Diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada ahli waris sebesar Rp2,4 juta, seorang petugas pemikul jenazah COVID-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung dipecat oleh pemerintah setempat.

Selain itu, yang bersangkutan juga diperiksa oleh pihak kepolisian. “Saya tidak ingin main-main dengan urusan COVID-19. Siapa pun yang memanfaatkan situasi, apalagi tidak punya rasa empati akan ditindak tegas karena ini urusan kemanusiaan,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Bandung, Jawa Barat, Minggu.(11/7/2021)

Adapun penindakan tersebut dilakukan, kata Yana, setelah pihaknya mendengar  kabar di media sosial terkait adanya pungli yang dialami seorang warga berinisial YT. Warga itu mengaku diminta uang sebesar Rp4 juta untuk biaya pemakaman.

Setelah bernegosiasi, akhirnya disepakati bahwa uang yang perlu dibayarkan sebesar Rp2,8 juta. Padahal warga tersebut pun sebelumnya telah mempertanyakan apakah harus ada pembayaran di TPU COVID-19 itu.

BACA JUGA: TPU Khusus Korban COVID-19 Kabupaten Tangerang Belum Punya PJU

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari menjelaskan, oknum petugas lapangan di TPU Cikadut yang diduga melakukan pungli merupakan tenaga pemikul tambahan.

Tenaga pemikul tambahan adalah petugas yang diakomodir pada Februari 2021 lalu, untuk membantu proses pemikulan jenazah. Sebelum adanya pemikul yang diakomodir, sempat ramai juga kabar bahwa marak aksi pungli di pemakaman tersebut.

“Oknum tersebut bernama Redi, bukan Staf UPT TPU Cikadut. Tapi yang bersangkutan petugas pemikul jenazah yang kami angkat Februari 2021 menjadi PHL pemikul jenazah, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di TPU Cikadut,” kata Bambang.

BACA JUGA: Langgar Protokol Kesehatan, Warga Tangsel Bakal Disanksi Berdoa di ‘TPU COVID-19’

Menurut Bambang, TPU Cikadut sudah ditetapkan khusus sebagai tempat pemakaman semua jenazah yang diduga terpapar COVID-19.

Ia menegaskan semua jenazah bisa dimakamkan di TPU tersebut tanpa harus membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Dia juga memastikan seluruh layanan pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Cikadut tidak dipungut biaya sepeser pun. Karena menurutnya, upah para petugas PHL  sudah dibayar oleh Pemkot Bandung sesuai UMK dan selalu tepat waktu.

“TPU Cikadut diperuntukkan bagi jenazah warga Kota Bandung yang meninggal karena COVID-19, dan tidak dipungut biaya apa pun untuk semua warga tanpa membeda-bedakan,” kata dia. (Bagus/Ant/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.