Kesulitan Keuangan, Bupati Serang Akui Berat Terapkan PSBB Covid-19

  • Whatsapp
PSBB Kabupaten Serang
Bupati Serang, Banten, Tatu Chasanah.

SERANG, REDAKSI24.COM – Kabupaten Serang kini sudah menjadi zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten. Namun, keputusan untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih menjadi pembahasan, mengingat anggaran yang harus disiapkan cukup besar. Sementara Pemkab Serang kini tengah kesulitan keuangan, karena sudah terserap dalam proses penanganan Covid-19 sebelumnya.

Bupati Serang Tatu Chasanah mengatakan, untuk menerapkan kebijakan PSBB tidak mudah, karena banyak hal yang harus dipersiapkan, terutama dari sisi anggaran. Karena sebelumnya keuangan sudah terpakai ditengah jalan, refocusing anggaran juga sudah dilakukan, sementara anggaran yang tersedia hanya mampu untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos).

Bacaan Lainnya

“Penerapan PSBB ini harus dilakukan kajian secara menyeluruh. Namun kalau melihat kondisi anggaran rasanya Pemkab Serang akan sangat kesulitan,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Untuk itu, lanjut Tatu, di tengah kondisi kesulitan keuangan, satu-satunya cara untuk tetap bertahan di tengah Covid-19 adalah kekompakan dan disiplin masyarakat. Masyarakat bersama pemerintah harus bersama melawan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Serang, terutama bagi para pendatang.

“Yang mengetahui warga asli Serang dan bukan itu RT/RW. Jadi kami minta RT/RW, ketika ada orang luar daerah masuk ke desanya diharuskan melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Protokol yang dimaksud, lanjutnya, memiliki surat kesehatan, hasil rapid test, cek suhu tubuh serta melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Setelah semua itu dilakukan, baru bisa melakukan sosialisasi dengan masyarakat lainnya.

“Ini yang dimaksudnya dengan new normal. Masyarakat jangan sampai salah memahami. New normal itu bukan berarti kembali normal seperti biasa, tetapi kenormalan yang baru, yang didasarkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya,” jelas Tatu.

Tatu menambahkan, jika menganalisa penyebaran Covid-19 di Kabupaten Serang, mayoritas berasal dari warga pendatang, sementara yang murni dari warga Serang hanya satu dan dua. Penyebaran ini menjadi masif karena apa yang masyarakat pahami terkait new normal itu bebas seperti biasa, sehingga dalam berinteraksi tidak mengindahkan protokol kesehatan. Padahal, virus ini bisa menjangkit seseorang tanpa gejala apapun. Ini sangat berbahaya.

“Alhasil sekarang Kabupaten Serang menjadi zona merah karena penyebarannya cukup banyak terutama di Tirtayasa, Lebak Wangi dan Bojonegara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang, Iman Farid saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp125 miliar untuk penanganan Covid-19. Sebanyak Rp45 miliar dari APBD, sementara Rp80 miliarnya dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Banten, yang hingga kini belum juga dicairkan.

“Anggaran ini dibagi menjadi beberapa sektor, seperti untuk sektor penanganan yang berada pada OPD Dinkes sebesar Rp35 miliar, sektor Bansos di Dinsos sebesar Rp70 miliar dan sisanya untuk recoveri ekonomi yang berada pada dinas Koperasi dan UMKM,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.