Keserasian Sosial Lestarikan Budaya Marawis di Pandeglang

  • Whatsapp
seni marawis
Kaum ibu Desa Kadupayung, Kecamatan Menes, Pandeglang berlatih marawis.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kaum ibu Desa Kadupayung, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggerakan kegiatan seni budaya Marawis melalui program bantuan Keserasian Sosial dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Kegiatan itu sebagai upaya dalam melestarikan seni Marawis yang sekarang ini mulai pudar.

Kepala Desa (Kades) Kadupayung, Menes, Pandeglang, Asep Heryadi mengatakan, program keserasian yang diturunkan pemerintah pusat ke desanya tersebut, dialokasikan kepada perlengkapan alat seni budaya Marawis. Hal itu, kata Kades, selain untuk pemberdayaan perempuan juga untuk melestarikan seni Marawis agar tidak punah.

Bacaan Lainnya

“Untuk program keserasian sosial di desa kami itu kegiatannya penyediaat alat seni Marawis sesuai usulan yang dilakukan. Karena kami ingin kelestarian seni Marawis itu bisa tetap terjaga, agar tidak punah dilanda kemajuan jaman,” ungkap Asep saat ditemui di Menes, Kamis (24/9/2020).

Menurutnya, kesenian Marawis sekarang ini mulai punah, padahal itu salah satu seni budaya Islam yang perlu dilestarikan. Maka melalui program keserasian sosial itu, pihaknya menggerakan kaum ibu di desanya untuk membentuk kelompok seni Marawis tersebut.

BACA JUGA: ‘Gajah’ 01 dan ‘Semut’ 02 Siap Adu Kekuatan di Pilkada Pandeglang

“Hal ini juga untuk meningkatkan kreativitas kaum ibu di desa kami dalam kesenian Marawis. Tak hanya itu ketika kelompok seni Marawis itu diundang disebuah acara untuk menampilkan keseniannya, juga bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan para kelompok Marawis itu sendiri,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Marawis Desa Kadupayung, Menes, Munawaroh menuturkan, dengan adanya program keserasian sosial tersebut, kaum ibu di Desa Kadupayung saat ini memiliki aktivitas dalam bidang seni budaya Marawis. Karena kelompok Marawis yang dijalankannya saat ini, selain bentuk pelestarian kesenian budaya dan juga untuk pemberdayaan perempuan di bidang seni budaya.

“Kegiatannya selain latihan rutin, kami juga sering dapat undangan untuk tampil dalam acara-acara hajatan maupun acara lainnya. Mudah-mudahan para ibu terus kompak dan kelompok seni Marawis ini bisa berkembang lebih maju lagi,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.