Kesaksian Warga Soal Status Lahan SMPN 24 Tangsel Diduga Ada Oknum Yang Bermain

  • Whatsapp
Smpn 24 tangsel
Lahan yang akan dibangun SMPN 24 Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Soal lahan SMPN 24 Kota Tangerang Selatan yang berstatus sebagai lahan darat mendapat respon warga. Warga merasa heran dengan status lahan tersebut yang jelas merupakan empang atau rawa.

Abdullah Abas salah seorang warga yang tinggal dekat dengan lahan tersebut di Jalan H. Hasan Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Tangsel heran dengan status tersebut.

Bacaan Lainnya

Lantaran, lahan yang diklaim sebagai lahan darat itu merupakan lahan resapan air berupa empang atau rawa sudah sejak satu abad lalu.

“Lahan ini, udah dari dulunya emang bentukannya sawah, terus dibikin empang seperti rawa-rawa dan jadi sumber resapan air. Udah ada sekira 100 tahunan sampai sekarang ya masih begitu, rawa-rawa,” kata Abas saat menunjukkan lokasi lahan SMPN 24 Kota Tangsel itu, Selasa (8/9/2020).

BACA JUGA: Polemik Lahan SMPN 24 Tangsel Berlanjut. Ada Perbedaan Status antara Kondisi Nyata dan Sertifikat

Dia pun bingung, lantaran status lahan rawa tersebut kini berubah menjadi lahan darat setelah sertifikatnya berubah nama atas nama Jawiyah yang dijual ke Pemkot Tangsel untuk membangun sekolah.

Abas menduga, ada oknum yang bermain dalam perubahan status lahan tersebut. Abas mengaku, tahu betul soal seluk beluk lahan tersebut lantaran dirinya masih ada hubungan keluarga dengan ahli waris atas nama H Heri Heriyadi.

“Awalnya, lahan itu dalam sertifikatnya tercatat dimiliki beberapa orang yang merupakan ahli waris. Kemudian ada oknum calo yang membeli lahan itu dengan uang muka Rp5 miliar. Setelah itu, selang sekira 4 hari sertifikat udah berubah atas nama Jawiyah,” papar Abas.

Di samping itu Abas menerangkan, sebagai lahan resapan air lokasi lahan yang akan dibangun SMPN 24 itu rawan banjir. “Ini kalau hujan deres, lahan yang tingginya sekira 2 meter dari jalan itu penuh sama air. Bahkan airnya pun sampai menutupi jalan kira-kira sampai selutut lah,” terang Abas.

BACA JUGA: Waduh, Pembangunan Gedung SMPN 24 Tangsel Direncanakan di Atas Rawa

Jika lahan tersebut benar-benar dijadikan bangunan sekolah, ia merasa khawatir dampaknya akan menimbulkan banjir ke rumah warga sekitar. “Kalau jadi, tentu harus diratakan dulu sejajar dengan lahan darat di sekitarnya yang lebih tinggi. Kemungkinan, bisa bakal lebih tinggi sehingga air yang biasanya ditampung di rawa itu bakal tumpah ke rumah-rumah warga,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Redaksi24.com, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Kota Tangerang Selatan Siti Barokah menyebut, status lahan yang akan dibangun SMPN 24 Tangsel itu berstatus lahan darat.

“Kalau menurut media, bahwa itu rawa. Tetapi kami sudah lihat status di sertifikat itu tanah darat,” katanya ditemui di kantornya, Senin (7/9/2020).

Meksi begitu, Siti Barokah atau akrab dipanggil Okah itu mengaku, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan lokasi lahan yang bakal dibangun SMPN 24 Tangsel di Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat.

BACA JUGA: Pembelian Lahan SMPN 24 di Ciputat Diduga di Mark Up

“Saat kita ke lapangan memang posisi tanahnya agak menurun. Tapi kan itu sudah dikaji terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel dan kita saat itu belum masuk. Pada saat kita masuk sudah ada penetapan lokasi,” ungkapnya. 

Sementara itu, rencana pembangunan gedung SMPN 24 Kota Tangsel itu gagal terlaksana tahun ini lantaran anggarannya terpangkas untuk penanganan Covid-19. Kemudian bakal dibangun lagi pada 2021.(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.