Kesadaran Nelayan Pandeglang Ikut Asuransi Jiwa Masih Rendah

  • Whatsapp
nelayan pandeglang
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Suaedi Kurdiatna menyosialisasikan asuransi jiwa kepada nelayan Panimbang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, memberikan sosialisasi tentang asuransi jiwa kepada para nelayan di Kecamatan Panimbang.

Sosialisasi menyusul masih rendahnya kesadaran nelayan di Pandeglang untuk mengikuti asuransi jiwa. Padahal, asuransi jiwa penting bagi bagi para nelayan dalam meminimalisir beban kebutuhan biaya ketika terjadi kecelakaan saat melaut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengakui, pentingnya para nelayan untuk menjadi peserta asuransi. Sebab ketika terjadi hal yang tidak diharapkan saat nelayan sedang melakukan aktivitas melaut, maka bebannya bisa terbantu melalui asuransi nelayan itu.

“Nelayan Pandeglang yang mengikuti asuransi dalam setiap tahunnya masih rendah. Padahal itu penting dilakukan nelayan, makanya hari ini kami memberikan pemahaman tentang asuransi ini,” kata Suaedi saat sosialisasi asuransi nelayan mandiri di Kantor Kecamatan Panimbang, Jumat (25/9/2020).

BACA JUGA: Kemensos Salurkan Beras Premium Bagi Ribuan PKH di Pandeglang

Asuransi jiwa itu, kata dia,  sebagai antisipasi bagi nelayan ketika ada hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan laut. Bukan berarti pihaknya mengharapkan terjadinya laka laut. “Namun yang namanya musibah tidak ada yang tahu, karena itu kami harapkan para nelayan ikut asuransi,” ungkap.

Dikatakannya, karena memang banyaknya musibah yang terjadi di laut yang dialami nelayan Pandeglang, pihaknya memberikan pemahaman kepada para nelayan terkait pentingnya menjadi peserta asuransi nelayan.

Diketahuinya, sejauh ini sudah sebanyak 8 ribu nelayan yang menjadi peserta asuransi. Namun jumlah yang melakukan perpanjangan masa aktif asuransi nelayan dalam setiap tahunnya masih rendah, masih pada kisaran tidak lebih dari 3 ribu nelayan.

“Asuransi itu setiap tahunnya harus diperpanjang. Maka saya harapkan nelayan ikut asuransi setiap tahun, karena itu sebagai antisipasi ketika terjadi lakalaut,” harapnya.

Untuk jenis auransi bagi para nelayan, lanjut Suaedi, ada dari Jasindo dan BPJS. Untuk premi asuransi Jasindo sebesar Rp 175 ribu setahun dan BPJS sebesar Rp16 ribu perbulan.

“Nilai klaimnya juga lumayan besar ketika para nelayan terkena musibah, yakni sebesar Rp200 juta. Namun tentunya tidak mengharapkan musibah, tapi saya rasa antisipasi itu penting dilakukan nelayan,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Nelayan Pandeglang, Encep Waas mengakui pentingnya nelayan ikut asuransi. Karena itu, pihaknya mendukung Dinas Perikanan Pandeglang untuk terus mendorong kesadaran para nelayan untuk mengikuti asuransi.

“Kalau terjadi musibah bisa terbantu beban nelayan ketika sudah menjadi peserta asuransi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.