Kerusakan Terumbu Karang di Perairan Pandeglang Mengkhawatirkan

oleh -
TNUK
Mumu Muawalah, petugas TNUK menyampaikan materi dalam Diver Academy di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Petugas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menyebut, kondisi terumbu karang di Perairan Laut Pandeglang sudah sangat menghawatirkan. Sebab tingkat kerusakan terumbu karang tersebut kini sudah mencapai 80 persen.

Mumu Muawalah, salah seorang petugas TNUK mengatakan, kondisi terumbu karang saat ini sudah cukup memprihatinkan. Menurut dia, dibutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan kondisi terumbu karang.

“Kondisi trumbu karang di perairan laut Pandeglang rusak. Kondisi laut hanya ada air dan pasir, terumbu karangnya rusak dan harus direhabilitasi secara maksimal,” ungkap Mumu, Senin (9/12/19).

BACA JUGA:

. Polisi Buru Kapal Bom Ikan di Perairan Panimbang Pandeglang

. Polair Polres Pandeglang Ungkap Pengguna Bom Ikan di Perairan Panimbang

. Warga Dilatih Menyelam di Laut Tanjung Lesung Pandeglang

Menurutnya, tingkat kerusakan terumbu karang yang mencapai sekitar 80 persen itu, diketahui melalui penelitiannya yang selama ini dilakukan. Karena pihaknya juga melakukan inventarisasi keberadaan terumbu karang tersebut.

“Saya seorang penyelam, saya tahu kondisi terumbu karang saat ini. Maka saya bisa katakan terumbu karang sudah sangat menghawatirkan,” katanya.

Penyebab utama kerusakan terumbu karang, lanjut Mumu, yaitu diakibatkan prilaku tangan manusia juga. Seperti penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan), perahu yang tidak ramah lingkungan serta hal lainnya yang dapat merusak biota laut.

“Kalau yang paling parah itu penyebabnya bom ikan dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Namun tragedi bencana alam seperti tsunami juga yang terjadi tahun lalu, mengakibatkan kerusakan terumbu karang juga,” ujarnya.

Saat ditanya sudah sejauh mana pihak pemerintah melakukan penanganan terhadap kerusakan terumbu karang tersebut, Mumu mengaku, memang kondisi itu perlu dilakukan semua pihak, seperti pihaknya juga sejauh ini terus melakukan rehabilitasi kerusakan terumbu karang tersebut.

“Kalau kami sudah melakukan rehabilitasi terkait ekosistem di laut. Namun dari instansi lainnya, kami saya kurang tahu, tapi ketika berbicara kondisi laut, yang penting kami sudah melakukan upaya untuk rehabilitasi,” tuturnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.