Kerumunan Saat Vaksinisasi COVID-19 di Kantor Dinkes Pandeglang Menuai Kritikan

oleh -
Vaksinasi COVID-19 Dinkes Pandeglang
Kerumunan yang terjadi saat digelar vaksinasi COVID-19 di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDKASI24.COM – Kegiatan vaksinisasi COVID-19 yang dilakukan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Pandeglang menuai keritikan dari sejumlah pihak, pasalnya pada acara vaksinisasi yang ke 7 hari itu telah terjadi kerumunan orang, sehingga pihak Dinkes dan tim gugus tugas penanggulangan COVID-19 Pandeglang  dinilai gagal.

Ketua PC PMII Pandeglang, Samsul Hadi menilai, bahwa pihak Dinkes dan tim gugus tugas penanggulangan COVID-19 Pandeglang telah gagal dalam melaksanakan vaksinisasi COVID-19. Sebab kata dia, pada acara vaksinisasi hari ini (Rabu, 10/3/2021- red) nampak peserta memadati halaman Gedung Dinkes dan terjadi kerumunan. Bahkan ia melihat, peserta bejubel dan saling dorong-dorongan 

“Pelaksanaan vaksinisasi yang dilakukan di depan gedung Dinkes Pandeglang tidak sesuai dan melanggar protokol kesehatan, karena tidak menerapkan physical distancing (menjaga jarak),” ungkapnya, Rabu (10/3/2021).

Dikatakannya, pelaksanaan vaksinisasi itu sangat jauh dari protokol kesehatan yang di mna tidak menajaga jarak, berkerumun bahkan samapi saling dorong-dorongan. Padahal katanya lagi, sudah jelas tujuan dari vaksinisasi ini untuk mencegah penyebaran COVID-19, akan tetapi jika terjadi kerumunan orang seperti itu khawatir menjadi klaster baru penularan COVID-19.

“Pemda Pandeglang khususnya tim gugus penanggulangan COVID-19 dan Dinkes Pandeglang mencerminkan perilaku yang baik, dimana masyarakat sekarang selalu dihimbau untuk tidak melakukan kerumunan, menjaga jarak memakai masker, tapi itu semua malah dilanggar oleh pihak Dinkes yang saat ini menjadi garda terdepan penanganan COVID-19,” ujarnya.

BACA JUGA: Keren, Mobil Listrik Produksi Siswa SMKN 4 Pandeglang Mampu Melibas Medan Perbukitan 

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Pandeglang, Eni Yati menjelaskan, mengakui bahwa peserta vaksinisasi cukup membludak. Hal itu terjadi kata Eni, peserta yang datang itu tidak hanya yang dijadwalkan hari ini (Rabu, red). Akan tetapi yang dijadwalkan sebelumnya tidak datang semua, pada akhirnya menunpuh di hari ini (Rabu, 10/3/2021).

“Yang dijadwalkan pada hari pertama dan seterusnya tidak datang semua, namun mereka (peserta, red) datang di hari ini, sehingga peserta vaksinisasi melebihi dari jumlah yang ditentukan sesuai jadwal,” imbuhnya.

Lanjut Eni, pelaksanaan vaksinisasi itu sebetulnya sudah dijadwalkan sedemikian rupa, setiap harinya jumlah peserta vaksinisasi COVID-19 ini sebanyak 700 orang. Akan tetapi karena yang dijawalkan sebelumnya peserta tidak datang semua, kahirnya mereka datang dihari ini, kemungkinan tahunya besok (Kamis, red) libur.

“Mungkin mengingat besok libur, kahirnya peserta membludak dan bejubel. Sehingga diatur-atur juga susah, padahal dari Pol PP, TNI dan Polri juga ikut ngatur tapi susah,” katanya.

Saat ditanya apakah peserta vaksinisasi itu apakah dari unsur masyarakat atau kalangan lainnya. Ia mengaku, semua peserta yang divaksin itu adalah dari petugas pelayanan umum.

“Kalau unsur masyarakat belum dijadwalkan, untuk vaksin kali ini baru petugas pelayanan umum,” tandasnya. (Samsul/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.