Keroyok Debt Collector Hingga Tewas, 5 Warga Kota Tangerang Divonis 4 Tahun Penjara

oleh -
Suasana sidang vonis lima warga Kota Tangerang, yang membunuh debt collector.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – 5 warga Kota Tangerang, Banten, divonis 4 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, Banten, karena terbukti melakukan pengeroyokan terhadap seorang debt collector, W hingga meninggal dunia. Ke 5 orang tersebut adalah EA, EB, MS, A dan SNM.

Dalam pembacaan putusannya Ketua Majelis Hakim PN Tangerang, Fathul Mujib, yang didampingi dua anggotanya, Arief Budi Cahyono dan Komarudin Simanjuntak menyatakan, kelima orang tersebut telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana secara terang terangan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. 

“Terdakwa dituntut 4 tahun penjara dan ditetapkan untuk berada di ruang tahanan,” jelasnya di ruang sidang 3 PN Tangerang, Senin (24/1/2022).

Fathul Mujib mengatakan kelima terdakwa terbukti merebut  sebilah pisau yang dibawa oleh korban W dalam melakukan penagihan. “Korban mengambil sebilah pisau di pinggang sebelah kiri,” ujarnya. 

BACA JUGA: Ribut Antar Ormas dan Debt Collector di Tigaraksa Sebabkan 3 Orang Luka-luka

Sementara itu salah seorang teman korban W, yang  dijumpai di depan ruang sidang mengaku, saat itu korban datang hanya melakukan tugasnya. “Kita cuma nagih. Kita juga bawa invoice hutang pak EA” ungkapnya. 

H mengaku sempat berkilah terkait penggunaan sajam yang dilakukan saat penagihan, dirinya tidak memungkiri jika terdapat pengancaman dalam peristiwa tersebut. “Kita nggak pernah bawa pisau, kalau pengancaman memang logat korban seperti itu dan benar,” katanya. 

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 8 April 2021 lalu di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Menurut DR, kerabat dekat korban  pengeroyokan itu terjadi karena W dan H yang merupakan penagih hutang tersebut arogansi.

“Mereka awalnya datang kerumah bapak EA yang merupakan keluarga kami. Mereka bilang mau menagih hutang, tapi semua orang di rumah tersebut diancam, padahal sudah bilang pak EA nya ngga ada,” ucapnya

Menurut DR, bukan hanya melakukan pengancaman, kedua orang tersebut juga melakukan pengrusakan. Tidak sampai disitu, kedua orang penagih hutang tersebut juga melakukan teror yang sama di gudang milik EA. Bahkan ketegangan terjadi di lokasi tersebut. 

“Di gudang itu baru keributan terjadi. Rupanya salah satu dari penagih hutang itu membawa pisau, dan mungkin karena ramai dan mau membela diri makanya terjadi pengeroyokan, pisau milik debt collector itu juga kita sudah serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

DR menambahkan akibat luka serius dalam pengeroyokan tersebut, W akhirnya tewas di rumah sakit. “Kami juga yang bawa korban ke rumah sakit. Tetapi memang sudah tidak tertolong,” pungkasnya. (Candra/Aan)..