Keren, Wabup Bandung Barat Hengky Kurniawan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
Wabup Bandung Barat Henky Kurniawan menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 menyusul Gubernur Ridwan Kamil
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, resmi menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 menyusul Gubernur Ridwan Kamil yang sudah lebih dahulu melakukan hal serupa.

BANDUNG, REDAKSI24.COM— Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat Henky Kurniawan menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 menyusul Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang sudah lebih dahulu melakukan langkah serupa.

Hengky Kurniawan mengaku bahwa dirinya resmi menjadi salah seorang relawan vaksin Covid-19 Sinovac.

Bacaan Lainnya

Pejabat berlatar belakang aktor di sejumlah sinetron ini mendatangi Puskesmas Garuda, Kota Bandung untuk menjalani pemeriksaan pertama sebelum vaksin tersebut disuntikkan ke tubuhnya.

“Ada tes fisik, diperiksa segala macam, kemudian tes usap. Jadi tes usap ini dilihat dua hari, pada Jumat (16/10) nanti saya balik lagi, sekarang belum disuntik, jadi menunggu hasil tes usap,”ungkap Hengky di Bandung, Selasa.

BACA JUGA:Wagub Andika Hazrumy Sebut Sebanyak 1.039 Narapidana di Banten Siap Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Diketahui Gubernur Ridwan Kamil sudah lebih dahulu menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-14. “Saya ingin menjadi saksi kalau berhasil dan kalau gagal nanti seperti apa,”ucap Kang Emil, sapaan akrabnya, beberapa waktu lalu.

Selain tes usap, Hengky menyebutkan dirinya  juga menjalani pemeriksaan paru, jantung, serta pemeriksaan lainnya yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

“Misalnya mengonsumsi obat-obatan apa, karena ada obat yang juga dilarang, terus kita tidak boleh menerima obat lain dari penelitian lain, ya tadi semacam tanya jawab,” katanya.

Dia mengaku sudah mempersiapkan diri untuk menjadi relawan vaksin tersebut. Ia juga bakal memperhatikan asupan makanan selama proses menjadi relawan uji klinis vaksin itu.

Ditambahkan Hengky, tim uji klinis vaksin meminta dirinya mengurangi mobilitas sekaligus melakukan pembatasan sosial secara mandiri dengan tidak berjumpa orang banyak.

“Jangan keluar kota dan sebagainya, ada perjanjian tidak boleh keluar kota. Memang ini tidak ada paksaan, saya inginnya menjalani ini sampai selesai,”pungkasnya.(Bagus/ANTARA/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.