Keren, Pendapatan Kelompok Tani Suka Bungah Lebak Tembus Rp 2,4 Miliar per Bulan

oleh -
Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Kabupaten Lebak Ruhyana mengaku saat ini pendapatan usaha kelompok taninya bisa mencapai Rp2,4 miliar per bulan. PPendapatan tersebut didapat dari hasil penjualan beras sebanyak 30 ton dengan harga rata-rata sebesar Rp8. 000/kg.
Petani Kelompok Tani Suka Bungah Kabupaten Lebak sedang mengringkan gabah hasil panennya./Antara.

KABUPATEN LEBAK,REDAKSI24.COM–Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Kabupaten Lebak Ruhyana mengaku saat ini pendapatan usaha kelompok taninya bisa mencapai Rp2,4 miliar per bulan. PPendapatan tersebut didapat dari hasil penjualan beras sebanyak 30 ton dengan harga rata-rata sebesar Rp8. 000/kg.

“Produksi beras itu dipasok ke pasar tradisional Rangkasbitung, ” kata Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Kabupaten Lebak Ruhyana di Lebak, Minggu, (20/6//2021).

Ruhyana mengatakan selama ini, usaha pertanian pangan menjadi andalan ekonomi kelompok tani Suka Bungah Desa Tambak Bayah Kabupaten Lebak. Mereka menggarap lahan seluas 250 hektare dan panen tiga kali musim per tahun, karena terdapat jaringan pengairan pompanisasi dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung.

BACA JUGA: Setahun Terkatung Katung, Korban Bencana Alam Lebak Minta Pemerintah Realisasikan Huntap

‘Kami di sini terpenuhi kebutuhan pasokan air, sehingga bisa memanen tiga kali musim per tahunya,” katanya.

BACA JUGA: Warga Takut ke Ladang, Babi Hutan dan Monyet Mengganas di Lebak

Menurut dia, selama ini, usaha pertanian pangan sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Para anggota kelompok tani tercatat 360 orang dipastikan bisa menghasilkan pendapatan rata-rata Rp7 juta/bulan.

BACA JUGA: Dalam Sehari Puluhan Warga Lebak Terpapar COVID-19

Oleh karena itu, kata dia, petani di sini mampu membangun rumah juga anak-anak mereka banyak yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi ke luar daerah.

“Kami terus meningkatkan produksi dan produktivitas pangan guna mendongkrak pendapatan ekonomi petani itu, ” katanya.

Ia mengatakan petani mendapatkan pinjaman dari kelompok yang digunakan untuk pengelolaan tanam sampai panen, termasuk pemenuhan benih, pestisida dan pupuk.

Selain itu, juga biaya penggilingan beras dan karung dibiayai kelompok. Namun, dari hasil penjualan beras itu nantinya petani membayar ke kelompok.

“Kami menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia Banten untuk akses pinjaman kredit,” kata Ruhyana.

Ahmad (60) seorang anggota Kelompok Tani Suka Bungah Kabupaten Lebak, mengaku bahwa dirinya sangat diuntungkan dengan pembiayaan produksi pertanian pangan oleh kelompok.

“Kami bisa meraup keuntungan bersih dari hasil penjualan beras Rp7 juta/bulan, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar memberikan apresiasi terhadap kelompok tani Suka Bungah karena mampu memproduksi beras sebanyak 30 ton/bulan.

Produksi beras itu didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak.

“Kami optimistis kehidupan petani menjadi lebih baik dari hasil menjual beras dan bisa mengeruk keuntungan puluhan juta rupiah/hektarenya,” ujar Rahmat.(Mansyur/Ant/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.