Keren, Mobil Listrik Produksi Siswa SMKN 4 Pandeglang Mampu Melibas Medan Perbukitan

oleh -
mobil listrik, siswa, SMKN 4 Pandeglang, otomotif, teknologi, banten,
Siswa SMKN 4 Pandeglang, tengah merampungkan mobil listrik yang dipesan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ini karya anak bangsa yang patut diacungi jempol. Siswa SMKN 4 Pandeglang, Provinsi Banten, mampu memproduksi mobil listrik. Bahkan dipastikan produksinya bakal meramaikan dunia otomotif Tanah Air.

“Kami siap memenuhi produksi mobil listrik,” kata Kepala Program Studi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMKN 4 Pandeglang, Aat Sapaat kepada wartawan di Pandeglang, Selasa (10/3/2021).

Produksi mobil listrik tersebut merupakan inovasi kreatif siswa jurusan elektro dan teknik kendaraan ringan SMKN 4 Pandeglang. Mereka merancang dan merakit mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan otomotif di Tanah Air juga mendukung ramah lingkungan tanpa polusi asap.

Kendaraan listrik karya siswa SMKN 4 Pandeglang itu, bisa melaju selama tiga jam dengan kecepatan rata-rata 40 Km/jam. Hebatnya lagi, mobil listrik buatan siswa sekolah kejuruan tersebut, mampu melibas pegunungan serta medan perbukitan.

Produksi mobil listrik karya siswa SMKN 4 Pandeglang itu dimulai pada November 2020 lalu. Namun karena terkendala pandemi COVID-19, produksinya sempat tersendat, terutama terkait biaya perakitan.

BACA JUGA: Kritisi Anggaran Perjalanan Dinas Pandeglang, HMI,GMNI dan LMND  Gelar Demo di Gedung DPRD 

Para siswa, kata dia, bisa merampungkan produksi satu unit mobil listrik selama satu bulan. Tidak heran bila mereka terbentur biaya perancangan dan perakitan mobil listrik yang harganya cukup tinggi.

Namun begitu, produksi mobil listrik tersebut menjadikan teknologi lebih berkembang dan masyarakat dapat mencintai produk dalam negeri.

“Kami mengapresiasi Gubernur Banten Wahidin Halim yang berkunjung dan memesan satu unit mobil listrik,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata Aat, inovasi kreatif siswa merancang mobil listrik dengan mencari ilmu teknologi di internet. Sebab para siswa itu dasar keilmuanya jurusan otomotif yang cenderung bagian casis dan bodi kendaraan.

Mobil listrik yang digerakan dengan sinar matahari dengan dikonversi menjadi energi listrik kini menjadikan kebanggan bagi pemerintah daerah.

“Saya kira energi itu juga menjadi penggerak kendaraan, pompa air petani, motor penggerak bagi nelayan dan penerangan,” katanya.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.