Kepsek SMAN 21 Minta Para Guru Hargai Proses Pemeriksaan Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS Oleh Inspektorat Banten

  • Whatsapp
Klarifikasi dugaan penyalahgunaan dana BOS SMAN 21 Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Merasa dituding atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kepala Sekolah SMAN 21 Kabupaten Tangerang W dan mantan bendaharanya S  angkat bicara. 

Kepada sejumlah wartawan (Kamis, 2/7/2020), W dan S yang didampingi oleh penasehat hukumnya, A. Goni, meminta para guru dan Komite SMAN 21 Kabupaten Tangerang bisa menghargai proses pemeriksaan dugaan penyalahgunaan dana BOS 2019 yang kini masih ditangani oleh Inspektrorat Banten. 

Bacaan Lainnya

Selain itu Goni juga mengatakan, kliennya merasa keberatan dengan adanya tudingan kriminalisasi guru. Padahal, lanjutnya, sebelum terjadi keributan antara kepsek, mantan bendahara, dan guru SMAN 21 beberapa waktu lalu sudah banyak berita bahwa W dan S dituding melakukan korupsi dana BOS 2019 sebesar 1,2 miliar. 

“Padahal kan ada praduga tak bersalah sedangkan dari inspektorat masih proses pemeriksaan kok dia sudah bisa mengatakan itu tindak pidana korupsi dan harusnya itu dikatakan oleh ahlinya,” kata Goni dalam klarifikasinya di kawasan Tigaraksa.

BACA JUGA: Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana BOS, Dewan Guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang Dapat Bantuan Hukum

Ia juga merasa miris atas aksi demonstrasi para guru dan Komite sekolah di Mapolresta Tangerang beberapa waktu lalu yang melibatkan para siswa SMAN 21 Kabupaten Tangerang. Bahkan, dalam aksi unjuk rasa itu ditulis bahwa kepala sekolah dan mantan bendahara itu telah melakukan penggelapan dana BOS. 

“Sedangkan di sini komite tersebut selama ini kepsek tidak pernah memberikan tanda tangan atau SK (Surat Keputusan) sedangkan dalam peraturan pendidikan itu 3 tahun sekali, tapi dia (Komite)  sudah bertahun-tahun,” jelasnya.

Goni melanjutkan, sikapnya sebagai penasehat hukum akan mengclearkan permasalahan yang selama ini seolah-olah menyudutkan kliennya di setiap pemberitaan di media manapun. Kata dia, hal itu berdampak pada psikis anak dan istrinya. 

“Korban mental kemana-mana seolah-olah bapaknya sudah bener-bener korupsi padahalkan kita bukan ahli tapi saya lihat dari kemarin seolah-olah tidak perlu saya sebutin mungkin rekan-rekan tahu siapa. Sedangkan inspektorat aja masih memeriksa kok dia bisa mengatakan,” paparnya.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 21 Memanas, Guru dan Mantan Bendahara Baku Hantam

Terkait masalah dugaan pemukulan oleh salah seorang guru berinisial WY kemarin, kata Goni, ada tidaknya kejadian pemukulan tersebut masih dalam proses penyidikan  dari kepolisian.  

“Kita tunggu saja hasil penyidikan dari kepolisian  hasilnya bagaimana kita tunggu saja kita nggak mau berasumsi kita paling bener,” ujarnya 

Sementara, W Kepala sekolah SMAN 21 Kabupaten Tangerang saat diminta klarifikasinya menuturkan, jika tudingan kepada dia dan mantan bendaharanya itu berawal dari undangan para guru dan komite yang ingin mengadakan rapat dinas pergantian bendahara sekolah dan penjelasan soal penggunaan LPJ BOS kepada para guru beberapa bulan lalu. 

Akan tetapi, lanjutnya, ia memutuskan untuk tidak memenuhi undangan tersebut lantaran surat undangan rapat secara kedinasan itu menggunakan kop sekolah namun bukan ditandatangani oleh dirinya selaku kepala sekolah. 

“Waktu itu saya sempat tanyakan kepada wakil kepala sekolah saya apa ini tidak salah mengundang saya sebagai tamu oleh guru-guru untuk rapat. Yang kedua kaitannya dengan PSBB pemerintah bukannya waktu itu pemerintah melarang kita untuk kumpul-kumpul,” tutur W.

BACA JUGA: Inspektorat Banten Diminta Segera Selesaikan Audit Dana Bos SMAN 21 kabupaten Tangerang

Ia melanjutkan, alasan lain dia memutuskan tidak memenuhi undangan rapat tersebut menurutnya bukan kewajiban kepala sekolah untuk mengadakan serah terima jabatan bendahara lantaran pergantian bendahara SK nya dari gubernur. 

Selain itu, W menilai bukanlah kewajiban dirinya untuk menjelaskan tentang laporan keuangan BOS kepada guru-guru karena pertanggungjawaban laporan keuangan BOS adalah ranah Inpektorat dan BKD. 

“Nah disitulah memang saya sudah menyatakan kalau seperti ini saya sudah menganggap ini (surat udangan rapat) adalah ilegal sehingga saya tidak hadir,” jelasnya 

Terkait tudingan atas dugaan penyalahgunaan dana BOS 2019 yang dialamatkan kepada ia dan mantan bendaharanya oleh para guru dan komite SMAN 21 melalui kuasa hukumnya ia mengatakan, akan menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat. 

“Kita tunggu hasilnya dari inspektorat atau pun dari kepolisian kan sudah ada porsinya masing-masing kita tidak mau mendikte apapun kita percayakan kepada mereka karena mereka sudah profesional sudah biasa menangani masalah ini,” tandasnya (Ricky/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.