Kepala Panitera PN Tangerang Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Surat

oleh -
Robert Sirait (tengah) tunjukkan laporan polisi.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Kepala Panitera Pengadilan Negeri Tangerang dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota karena diduga melakukan pemalsuan surat salinan putusan Mahkamah Agung (MA) No 597/Pid/2018 oleh kuasa hukum Sriwitan lee, Robert Sirait SH.

Robert Sirait bersama rekannya Anton Sitanggang SH melakukan laporan tersebut, karena adanya dugaan pemalsuan surat atau dokumen negara yang mekanisme pengiriman dan isi salinan putusan MA dinilai tidak sesuai aturan main, sehingga merugikan kliennya.

” Kami sudah melaporkannya ke Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu (4/3/2020) petang lalu,” kata Robert kepada wartawan, Kamis (5/3/2020) sore.

Semestinya, kata Robert, salinan putusan kasasi MA diterima oleh kuasa hukum setelah ada permintaan secara tertulis. Namun yang terjadi salinan putusan tersebut dikirim oleh satpam ke rumah kliennya, dengan ungkapan atas permintaan lisan dari dirinya sebagai kuasa hukum.

Padahal, kata Robert, pihaknya tidak pernah melakukan itu. Dan kalaupun itu benar, seharusnga salinan putusan tersebut dikirim kepadanya. ” Ya kalaupun itu benar, seharusnya salinan putusan dikirim ke kami dong,” kata dia.

Dan dugaan pemalsuan dokumen jelas Robert, karena adanya kerjasama antara oknum PN Tangerang dengan Jaksa kejaksaan Kabupaten Tangerang. Itu terbukti dengan surat pernyataan dari CWU, pegawai honorer PN Tangerang.

Dalam surat tertanggal 26 Februari 2020 diatas materai CWU mengaku membuat sendiri salinan putusan kasasi, karena disuruh oleh oknum jaksa, tanpa sepengetahuan atasan. Setelah memalsukan tanda tangan, kemudian diajukan ke Panitera PN Tangerang untuk ditanda tangani dan berhasil

Yang menarik dari semua ini, kata Robert, kepala Panitera PN Tangerang dengan mudah menandatangani salinan putusan kasasi MA tanpa meneliti terlebih dahulu. Karenanya, kata dia, kasus itu dilaporkan ke Pllres Metro Tangerang Kota dengan no: TBL/B/204/III/2020/PMJ/Restro Tangerang Kota , Rabu (4/4/20) jam 17.30 WIB, dengan terlapor Y dkk ditanda tangani KA UNIT 2, AKBP Mulyono SE.SH.MM.

BACA JUGA:

Tidak Terima Hasil Putusan PN Tangerang, Warga Terdampak JORR II Geruduk Kantor BPN

Sementara itu mengenai kasus pidana tanah di Jalan Raya serpong, terdakwa Sriwitin Lee di vonis bebas murni di PN Tangerang. Setelah itu, Jaksa mengajukan kasasi dan putusan dari kasasi terdakwa dihukum percobaan satu tahun.

Pada saat kasasi masih jalan di MA, kata dia, pelapor atas nama Minanto Wiyono mengajujan gugatan perdata di PN Tangerang. Namun dalam gugatannya Minanto Wijoyo menggunakan nama lain, yaitu Min Hong, sehingga dipertanyakan oleh tergugat.

Begitu diselidiki oleh pihak tergugat, tenyata dari Disdukcapil DKI, penggugat memiliki 3 KTP yang berbeda alamat. Ironisnya lagi, kata Robert, di dalam persidangan, penggugat tidak bisa menunjukkan KTP, sehingga sidang berlarut dan ditunda sebanyak 3 kali.

” Kepemilikan 3 KTP ini, juga sudah kami laporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, bersama denga kasus pemalsuan surat salinan putusan dari MA tersebut,” timpal Anton Sitanggang SH. (Aan)