Kepala Dispar Pandeglang Enggan Tanggapi Mosi Tak Percaya Pengusaha Wisata

  • Whatsapp
Dispar Pandeglang
Kepala Dispar Pandeglang, Asmani Raneyanti.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Pandeglang, Asmani Raneyanti, enggan menanggapi mosi tidak percaya yang dilayangkan sejumlah pelaku dan penggiat wisata. Asmani berdalih takut salah persepsi.

“Ibu tidak mau menanggapi hal itu, khawatir nanti salah persepsi. Nanti lihat hasil rapat dengan bupati saja, karena sore ini kami mau rapat koordinasi,” ungkap Asmani, Selasa (2/6/2020).

Bacaan Lainnya

Asmani kembali mengaku, pihaknya sementara ini cooling down dulu, sebelum ada hasil rapat koordinasi dengan Bupati Pandelgang, Irna Narulita. “Jadi gak mau nanggapi, nanti dipelintir semua. Padahal kami ingin wisata maju, aman nyaman dan terkendali,” singkatnya.

Saat disinggung soal objek wisata yang masih buka meskipun ada himbauan penutupan, lalu sanksi apa yang akan diterapkan terhadap pengelola wisata yang membandel, Asmani mengaku, sanksi bagi pengelola wisata yang bandel kewenangannya Satpol PP dan kepolisian, bukan dinas pariwisata.

“Kami tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi. Soalnya itu ranah kepolisian dan Satpol PP, kalau Dispar hanya melakukan himbauan, sosialisasi dan edukasi, bukan pula pemberi sanksi,” imbuhnya.

Terpisah, Asisten Daerah (Asda) II Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani menuturkan, mosi tidak percaya tersebut dipastikannya hanya mis komunikasi yang belum terbangun antara Dispar dengan para pelaku usaha pariwisata.

“Saya rasa itu hanya miskomunikasi. Makanya kami harapkan Dispar mampu membangun komunikasi dengan baik, dengan para pengelola wisata,” ujarnya.

Lanjut Indah, memang saat ini dilema juga ketika destinasi wisata dibiarkan beroperasi. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi sangat penting, tapi kesehatan juga jauh lebih penting. Maka dari itu, kata dia, sekarang ini pemerintah sedang mencari pola yang baik dalam sektor pariwisata, sementara pola itu belum ditemukan.

“Jadi kami sarankan Dispar untuk membangun komunikasi lagi dengan pengelola wisata. Beri mereka pemahaman yang baik, supaya tidak terjadi kesalahfahaman,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.