Kepala Dindik Kota Tangerang Klaim PPDB Online Sudah Transparan

  • Whatsapp
ppdb kota tangerang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati (kedua dari kiri) saat mendampingi Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah sidak ke SMPN 2 Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati menyakini, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Daru (PPDB) secara online tidak ada kecurangan. Dia juga mengklaim PPDB zonasi secara online sudah berlangsung secara transparan.

“Sekarang sudah tidak bisa nitip-nitip anak ke sekolah, karena datanya langsung masuk ke Kominfo. Sekolah kalau mau masukin, ya Kominfo yang nyaring, jadi tidak bisa ada titip-titipan, Mudah-mudahan PPDB online tidak ada kecurangan. Karena dari sekolah dicek di kominfo,” ujar Masyati kepada Redaksi24.com, Sabtu (27/6/20).

Bacaan Lainnya

Contohnya, lanjut Masyati, saat PPDB tingkat SD minggu lalu, ada calon murid yang awalnya diterima, tapi saat hendak daftar ulang, (Kominfo) memeriksa kembali berkas calon murid. Saat dilihat dengan seksama, kartu keluarganya ternyata belum satu tahun, sehingga membuat calon murid tidak bisa diproses lebih lanjut, walau awalnya sudah dinyatakan diterima.

BACA JUGA: Ada Masalah PIN Saat Daftar PPDB Online, Puluhan Orang Tua Siswa Datangi SMPN I Kota Tangerang

Ia menurutkan, semua tahapan PPDB online sudah berlangsung transparan, seluruh peserta bisa melihat seluruh tahapannya, termasuk berkas-berkas para peserta bisa dilihat, dari usia sampai nilai bisa dilihat secara transparan.

“Kalau masyarakat melihat ada kekeliruan, tinggal laporkan saja, nanti kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Masyati mencontohkan, jika calon murid daftar di SMPN 1, kemudian dia tidak lolos di SMPN tersebut, calon murid masih bisa mendaftar ke sekolah lain. Misalnya bisa diterima di SMPN 2 yang masih satu zona, sepanjang zonasi masih ada sisa kuota.

BACA JUGA: Ada Masalah PIN Saat Daftar PPDB Online, Puluhan Orang Tua Siswa Datangi SMPN I Kota Tangerang

“Kami menghimbau orang tua agar tidak panik. Meskipun tidak diterima di negeri, bisa juga sekolah di swasta, sama saja kok,” jelasnya.(Haris/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.