Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Sesalkan Adanya Kerumunan Massa Saat Pembagian BST

  • Whatsapp
Dinsos Kota Tangerang
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang

KOTA TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi menyesalkan terjadinya kerumunan massa saat pembagian Bantuan Sosial Tunai yang terjadi di SD Negeri Sukasari 4 dan 5, Sabtu, (9/1/2021). Menurut Suli sepatutnya kejadian tersebut tidak terjadi, selain karena berpotensi terjadi penyebaran virus, pihak pemkot sebenarnya juga sudah mengatur jadwal kehadiran warga untuk menghindari kerumunan.

“Kami sebenarnya sudah mengatur jadwalnya, satu hari itu terbagi dalam beberapa sesi. Ini kita maksudkan untuk menghindari kerumunan orang,” terang Suli saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (9/1/2021). 

Bacaan Lainnya

Kejadian kerumunan tersebut, lanjut Suli hanya terjadi di satu lokasi saja, untuk di tempat lain berjalan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

“Baru kali ini kejadian sebenarnya, tahun lalu teratur, di tempat lain pembagiannya juga lancar tidak ada kerumunan. Karena warganya tertib mengikuti jadwal,” jelasnya. 

Untuk itu, Suli berharap para penerima BST agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan dan menerapkan protokol kesehatan secara lengkap. 

“Kami mengimbau warga penerima BST agar hadir sesuai jadwal yang ditentukan, dan jangan lupa untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan,” harapnya. 

Menanggapi soal info tidak adanya petugas di lokasi, Suli menerangkan bahwa pihaknya telah menerjunkan beberapa petugas lapangan bersama dengan petugas dari PT Pos Indonesia. 

“Petugas ada, cuman memang hasil evaluasi kami teller dari PT Pos Indonesia memang kurang makanya ke depan saya minta untuk ditambah tellernya biar cepat pelayanannya,” pungkasnya. 

Senada dengan Suli, Camat Tangerang Zuldin Syafii menerangkan berdasarkan pengalamannya, banyak warga penerima BST yang sengaja datang pagi-pagi karena khawatir tidak kebagian. 

“Mereka ini khawatir datang kesiangan stok uang habis, logika masyaraka awam, sehingga memaksakan untuk hadir mendahului meski di luar jadwal,” terang mantan Kabag Umum Pemkot Tangerang. 

“Budaya kurang disiplin ini yang sering jadi kendala kita di lapangan,” imbuhnya seraya menerangkan bahwa untuk penjadwalan pembagian BST pihaknya telah membagi dalam 3 (tiga) sesi perhari bahkan lebih, tergantung jumlah warga penerima BST dalam satu kelurahan. 

Sebagai informasi, sempat terjadi kerumunan warga penerima BST di SDN 4 dan 5 Sukasari kelurahan Babakan, Tangerang, namun kerumunan tersebut bisa diurai oleh petugas setelah pihak PT Pos Indonesia menambah beberapa teller untuk melayani warga. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.