Kena PHK Sepihak, Puluhan Karyawan PT Eternal Global Putra Gelar Unjuk Rasa

  • Whatsapp
PHK
Karyawan PT Eternal Global Putra unjuk rasa

REDAKSI24.COM — Puluhan pegawai yang tergabung dalam PUK Serikat Buruh Perjuangan Reformasi (SBPR) menggelar aksi unjuk rasa di depan PT. Eternal Global Putra di Kawasan Cikupa Mas, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/9/2019).

Dalam orasinya, para karyawan yang berunjuk rasa tersebut menuntut pihak perusahaan yakni PT. Eternal Global Putra, dapat mempekerjakan mereka kembali yang di PHK secara sepihak.

Bacaan Lainnya

Sekretaris PUK. SBPR sekaligus Koordinator aksi, Dade Iwan Setiawan mengatakan, kekecewaan para karyawan yang juga anggota serikat PUK SBPR berawal saat ketua serikat mereka yakni, Abdul Rohim terkena PHK oleh perusahaan tanpa alasan yang jelas pada 22 Juli 2019 lalu.

Namun Kata dia, saat para anggota serikat mempertanyakan alasan pemecatan saudara Abdul Rohim, pihak perusahaan tidak pernah memberikan jawaban yang masuk akal terkait PHK tersebut.

“Ketua kita di PHK, dengan alasan efisiensi, tapi dari kondisi perusahaan masih berjalan, karyawan baru ada masuk, lemburan masih tinggi, alasan efisiensi tidak masuk akal,” ungkapnya kepada Redaksi24.com

Dade melanjutkan, berbagai upaya perundingan pun pernah dilakukan dengan pihak perusahaan agar saudara Abdul Rohim dapat dipekerjakan kembali. Namun pihak perusahaan dalam hal ini PT. Eternal Global Putra tidak pernah menyambut baik upaya-upaya perundingan yang sudah dilakukan oleh para anggota PUK SBPR.

Baca juga:

.PT KMK Global Sport Didemo Warga Cikupa Tangerang

Terkait Aksi 22 Mei 2019, Gubernur Lemhanas Minta Masyarakat Berpikir Jernih

“Pertanggal 26 dan 30 Juli kita melayangkan surat permohonan perundingan soal masalah itu. Tapi pihak perusahaan tidak memberikan jawaban yang pasti,” tutur Dade

Tak hanya sampai disitu, aksi mogok kerja pun pernah dilakukan oleh para anggota serikat pada tanggal 19 Agustus 2019 lalu, selama tiga hari. Pihak perusahaan juga tidak menggubris tuntutan para karyawannya.

Bahkan, sambung Dade, aksi mogok kerja kedua kalinya pernah dilakukan pada tanggal 21 – 29 Agustus. Namun pihak perusahaan bukannya mengabulkan tuntutan para karyawan, justru mem PHK 26 karyawan lainnya yang ikut dalam aksi mogok kerja itu.

“Tuntutan dan harapan baik kami, 27 orang yang di PHK secara sepihak ini bisa dipekerjakan kembali,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.