Kementerian PPPA Bangun Pondok Pesantren Ramah Anak di Pandeglang

oleh -
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Banten Pery Hasanudin mengapresiasi Kementerian PPPA yang akan membangun Ponpes anak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk model pondok pesantren (Ponpes) ramah anak di Kabupaten Pandeglang, Banten. Rencana itu dilakukan sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pondok pesantren.

Kepala Bidang Partisipasi Organisasi Keagamaan Kementerian PPPA, Dodi M Hidayat mengatakan, dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan Ponpes, dan upaya perlindungan terhadap anak, salah satunya dengan membuat Ponpes ramah anak.

“Untuk memenuhi hak-hak anak di pesantren, sekarang ini kami telah membentuk Ponpes ramah anak,” ungkap Dodi pada Rakor penguatan pondok pesantren ramah anak di Gedung Setda Pandeglang, Rabu (30/10/2019).

BACA JUGA:

. MUI Pandeglang Ajak Santri Berjuang Masuk Pemerintahan

. Pemkab Pandeglang Ajak Santri Tolak Radikalisme

. Di Pandeglang, Urus KK dan Akta Lahir Cukup di Kecamatan

Diakuinya, sekarang ini pihaknya tengah menjalankan program Ponpes ramah anak di lima Provinsi di Indonesia, diantaranya Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Banten.

Di Banten sendiri, kata dia, Ponpes ramah anak didirikan di Pandeglang, sesuai dengan assesment Pandeglang yang terpilih sebagai lokus Ponpes ramah anak tersebut. “Dalam pesantren ramah anak itu juga harus memiliki tenaga pendidik yang profesional. Selain itu pihak ponpes harus dapat memberikan pengasuhan dan pemenuhan hak-anak dengan baik dan optimal,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin mengatakan, setiap lembaga pendidikan yang sistem boarding school atau asrama, dipastikannya harus memiliki tenaga pendidik yang profesional.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik program ini, dengan adanya model pesantren ramah anak di Pandeglang dapat mencegah kekerasan dan melindungi hak-hak anak,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)