Kementerian LHK Umumkan Kelahiran Kembar Luther dan Helen Di Ujung Kulon

  • Whatsapp
Wiratno menyebut Kementerian LHK mengumumkan kelahiran kembar badak jawa di ujung kulon
Kamera jebak (trap camera) milik Balai Taman Nasional Ujung Kulon, belum lama ini merekam kelahiran kembar badak jawa bercula satu di Ujung Kulon, Pandeglang Banten.

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi), Wiratno, menyebut Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) telah mengumumkan  kelahiran kembar badak jawa bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) di  Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang Banten.

Kelahiran sepasang badak jawa itu diketahui dari rekaman camera jebakan (trap camera) yang dipasang Balai Taman Nasional Unjung Kulon (BTNUK). “Indonesia tentu sangat bersukacita dengan lahirnya dua anak badak bercula satu tersebut,”ujar Wiratno, Dirjen KSDAE Kementerian LHK, ini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Bacaan Lainnya

Dia menyatakan, kondisi habitat badak kembar di TNUK terbukti masih baik yang ditandai dengan kelahiran spesies badak jawa.“Tahun lalu pun di TNUK terdapat empat kelahiran individu baru,”jelasnya.

Keberadaan sepasang anak badak jantan bernama Luther dan betina bernama Helen tersebut dapat diketahui dari hasil monitoring tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon sejak Maret hingga Agustus 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak.

BACA JUGA:Pegawainya Meninggal Diduga Covid-19, Kantor DPMPD Pandeglang Ditutup

Hingga Agustus lalu, menurut Wiratno, jumlah kumulatif  populasi badak jawa berdasarkan data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan klaster usia remaja-dewasa.

Wiratno juga memastikan soal ketersediaan pakan spesies yang terancam punah itu di semenanjung Ujung Kulon masih relatif sangat baik.

Walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, monitoring lapangan terus dilakukan, diantaranya melalui video kamera jebak yang tetap berlanjut.

“Pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan, situasi pandemi  tidak menghentikan kegiatan lapangan  petugas  TNUK,”bebernya.

Dia mengaku Menteri LHK Siti Nurbaya pun telah mengistruksikan patroli dan kegiatan perlindungan kawasan konservasi tetap dilaksanakan di masa pandemi.

Menteri LHK Siti Nurbaya pada pertemuan virtual menteri-menteri lingkungan hidup negara anggota G20 pada Rabu (16/9), menegaskan Pemerintah Indoensia mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk rehabilitasi lahan dan konservasi taman nasional, termasuk TNUK sebagai rumah bagi badak bercula satu.(Virna/Ant/Jaya)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.