Kemensos Masih Butuh Banyak Tenaga Pendamping PKH

  • Whatsapp
Pendamping PKH
Kemensos RI merekrut banyak tenaga pandamping PKH di Banten.,

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM –  Kementerian Sosial (Kemensos) membutuhkan 2.500 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 se-Indonesia. Namun saat ini kebutuhan tenaga pendamping masih kurang, termasuk di Banten.

“Karena itu. kami melakukan rekrutmen untuk pendamping PKH Administrasi Pangkalan Data dan Koordinator Kabupaten atau Kota, termasuk di Banten,” ungkap Direktorat Jendral Perlindungan Sosial, Kemensos RI, Dadang Iskandar saat ditemui wartawan disela Ujian Pendamping PKH se Provinsi Banten, di salah satu hotel kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (12/12/2019).

Bacaan Lainnya

Dia mengakui  selama ini tenaga pendamping PKH di wilayah Banten masih kurang. Mereka yang sudah terekrut sebagai pendamping, lanjut Dadang, tugasnya untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat yang ada di 5 kabupaten Provinsi Banten, yakni Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:

. Dinsos dan DPMPD Pandeglang Larang Pendamping Desa Jadi Panwascam

. Pandeglang Masih Prioritas Pengentasan Kemiskinan Kemensos RI

. Dinsos Banten Monitoring Penyaluran BPNT Lebak Agar Tepat Sasaran

Lebih jauh Dadang merinci, dari 2.500 pendamping seluruh Indonesia, dibutuhkan lagi sebanyak 12 administrator pangkalan data dan 20 Koordinator kabupaten atau kota seluruh Indonesia. Sedangkan untuk Banten, kata dia, yang mengikuti tahap seleksi di Lebak sebanyak 22 orang, Pandeglang 58, Serang 78, Kota Serang 2, Kota Tangerang 36, Kota Tangerang Selatan 6 orang.

Untuk pendafatar pendamping PKH, kata Dadang Iskandar, melalui seleksi online, yang daftar seluruhnya sebanyak 65.186 orang seluruh Indonesia. Sedangkan yang dipanggil untuk mengikuti psikotes seleksi kompetensi bidang jumlahnya 5.695 orang yang tersebar di 224 kabupaten atau kota dan 36 provinsi.

“Jadi bantuan PKH itu terdiri dari 4 komponen yaitu untuk komponen ibu menyusui atau ibu hamil untuk yang memiliki anak sekolah baik SD, SMP, SMA, ada keluarga disabilitas atau cacat, dan orang tua yang lanjut usia,” ungkapnya.

Dadang Iskandar melanjutkan, Dari jumlah tersebut itu nilai bantuannya bervariasi. Untuk bantuan ibu hamil sebesar Rp 2.400.000, untuk anak SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1.500.000, untuk SMA Rp2.000.000.

Keluarga yang punya disabilitas mendapat bantuan Rp2.400.000, lansia Rp 2.400.000. Kalau ditotal semuanya, menurut Dadang, Rp 10 jutaan. Dalam satu tahun, lanjut Dadang, dibagi menjadi 4 tahap bantuan, yaitu Januari, April, Juli dan Oktober.

“Bantuan ini yang harus dikawal para pendamping agar bisa sampai kepada penerima manfaat. Dananya mereka terima melalui bank BRI, BNI, BTN atau Mandiri atas nama penerima manfaat,” jelas Dadang Iskandar.

Untuk anggaran 2019, jumlah KPM di Banten sebanyak 317268 KPM dengan total bantuannya Rp84.69.293.800. Dadang menyebut tidak menutup kemungikan tahun 2020, jumlahnya bisa bertambah atau bisa berkurang, tergantung validasi data yang disampaikan pemerintah kota, kabupaten atau provinsi.

Terkait rekrutmen, Dadang menjelaskan, saat ini memasuki tahapan Asesmen. Seleksi tenaga pendamping PKH sudah dipercayakan kepada pihak ketiga, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. “Seleksi pendamping PKH dikawal inspektorat jendral,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.