Kemensos Evaluasi Penyaluran Beras Bansos Untuk Sekitar 10 Juta KPM

  • Whatsapp
Kemensos melakukan evaluasi penyaluran bansos beras bagi sekitar 10 juta KPM
Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Triyana (kiri) memberikan keterangan terkait evaluasi bansos beras di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Inspektur Jenderal Kemensos (Kementerian Sosial) melakukan evaluasi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Kemensos juga memastikan bansos beras tersebut layak konsumsi. Beras bansos yang dibagikan kepada jutaan KPM ini berkualitas medium.

Bacaan Lainnya

“Beras yang disalurkan laik dikonsumsi, ini yang sangat penting,”ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos Dadang Iskandar saat kegiatan Evaluasi dan Percepatan Penyaluran Bansos Beras di Jakarta, Rabu.

Menurut Dadan, bansos pangan untuk 10 juta KPM telah disalurkan kepada masyarakat sejak 21 September 2020 dan hingga saat ini penyalurannya telah terealisasi sekitar 67 persen.

Setiap bulan masing-masing KPM menerima 15 kilogram beras dengan kualitas medium. Khusus untuk penyaluran September dan Oktober dilakukan dua bulan sekaligus sehingga tiap KPM menerima 30 kilogram. “Sisanya 15 kilogram lagi disalurkan nanti pada November 2020,” jelas Dadang.

Diakuinya, dalam prosesnya Kemensos menemukan sejumlah hambatan untuk penyalurannya,  di antaranya kondisi geografis, kelangkaan BBM, faktor pandemi Covid-19, informasi beras plastik hingga birokrasi di sejumlah daerah.

Kata Dadang, dengan melihat beragam permasalahan tersebut, Kemensos segera melakukan sejumlah tindakan, salah satunya terkait adanya informasi beras plastik di wilayah tertentu. “Kita koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan langsung menindaklanjutinya,”ungkapnya.

Secara umum, menurutnya, terdapat beberapa hal yang diperhatikan dalam penyaluran bansos beras agar tetap menjaga akuntabilitas. Antara lain, target penyaluran harus selesai,  mendorong transporter lebih cepat dalam distribusi 00 persen pada akhir Oktober 2020.

Terkait hal itu, Dadang meminta pihak Bulog dan transporter agar memaksimalkan waktu yang tersisa dalam percepatan penyaluran, terutama di daerah yang hingga kini realisasinya masih nol persen.

“Kemudian kami berharap Perum Bulog agar mendorong transporter lebih cepat dalam distribusi bagi KPM,” pungkasnya.

Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Triyana mengatakan sejak pertama kali bansos beras diluncurkan, ini merupakan evaluasi pertama.

Dari rencana penyaluran 450 ribu ton beras, sebanyak 300 ribu ton telah tersalurkan kepada KPM PKH per 14 Oktober 2020 atau mendekati 70 persen. “Insha Allah akhir bulan ini sesuai jadwal bisa terpenuhi,” ucapnya.

Namun Triyana tak memungkiri dalam proses penyalurannya memang ada sejumlah kendala, salah satunya terkait pembatasan masuk ke daerah zona merah Covid-19 seperti di Maluku yang menyebabkan transporter.

Selain itu, tambah dia, ada pula daerah yang menunggu peluncuran secara resmi sehingga penyaluran bansos beras tertunda.(M Zulfikar/ANTARA/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.