Kemenpar RI Edukasi Protokes Bagi Pengelola Wisata Pandeglang

  • Whatsapp
wisata pandeglang
Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kemenpar RI, Hasan Daud, kaos merah menyerahkan bantuan sarana Protokes kepada pengelola wisata di kawasan Carita, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, memberikan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan (Protokes) bagi masyarakat dan pengelola destinasi wisata di Pandeglang.

Hal itu dilakukan guna memulihkan kembali objek wisata dalam masa kebiasaan baru atau New Normal pandemi covid-19. Edukasi protokes di kawasan objek wisata melalui program Bersih Indah dan Sehat (BISA).

Bacaan Lainnya

Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kemenpar RI, Hasan Daud mengatakan, kegiatan BISA yang dilakukan tersebut sebagai upaya dalam mengedukasi masyarakat, tentang menjaga kebersihan dalam penerapan Protokes di kawasan wisata.

“Tujuannya agar masyarakat maupun pelaku wisata mampu membiasakan diri dalam penerapan Protokes pada masa New Normal pandemi covid-19,” ungkap Hasan usai mencanangkan program BISA di kawasan wisata Pantai Karangsari, Carita, Rabu (29/7/2020).

Edukasi Protokes berlangsung selama dua hari, lokasinya di kawasan wisata Pantai Karangsari, Kecamatan Carita, Pantai Caringin dan wisata Kuliner Batako Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

BACA JUGA: Protokes di Kawasan Pariwisata Pandeglang Dinilai Tidak Maksimal

Menurutnya, bencana non alam pandemi covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Sementara perekonomian maayarakat harus tetap berjalan, seperti sektor pariwisata. Agar aktivitas masyarakat tetap jalan dan aman dari covid-19, yaitu harus menerapkan Protokes secara optimal.

“Biar secara bertahap prekonomian maayarakat berjalan tapi kesehatan tetap terjaga. Sebab itu, melalui program BISA ini kami edukasi masyarakat tentang penerapan Protokes,” katanya.

Dikatakannya, selain memberikan edukasi tentang pemahaman dan penerapan protokol kesehatan, pihaknya juga memberikan bantuan sarana tempat cuci tangan di kawasan wisata, dan perlengkapan kebersihan lainnya. Karena menurutnya, untuk membiasakan masyarakat dalam menjalankan protokes tidak hanya cukup dengan mengedukasi saja.

Hasan juga mengaku, program BISA yang dilakukannya saat ini juga adalah salah satu upaya dalam memulihkan destinasi wisata, akibat dampak dari pandemi covid-19 tersebut. “Kalau hanya edukasi tanpa dibantu sarana Protokes, khawatir tidak menyerap kepada masyarakat. Kalau disediakan juga sarananya, warga bisa akan langsung mengaplikasikan protokes itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyanti mengapresiasi Kemenpar RI yang telah membantu dalam upaya memulihkan objek wisata di Pandeglang. Karena, kata dia, pelaku wisata dan pelaku usaha kecil dan menengah sangat terdampak pandemi covid-19.

“Melalui program BISA ini sangat membantu dalam memulihkan destinasi wisata di Pandeglang. Karena jika penerapan protokesnya maksimal lalu kawasan wisatanya bersih, wisatawan juga akan merasa nyaman saat masuk kawasan wisata,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.