Kemenkumham Berikan Pelatihan Bertani Pada Warga Binaan Lapas Ciangir

oleh -
Binaan Lapas Ciangir
Pelatihan bertani WBP Lapas Ciangir.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berikan edukasi bertani cara menanam jagung kepada puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ada sebanyak 28 Warga Binaan yang diberikan pelatihan bertani. Edukasi tentang bagaimana cara mengembangkan pertanian, khususnya tanaman jagung itu,.dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

Direktur Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan, WBP yang sudah diberikan pembinaan tentang kemandirian harus bisa menghasilkan produk barang ataupun jasa. Salah satunya dengan menanam jagung. Setidaknya WBP kata Sri, bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional secara nyata.

“Bukan hanya konsep saja, tapi mereka praktek langsung untuk membantu ketahanan pangan nasional,” ucap Sri kepada awak media di Aula Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Sri pun mengatakan, hasil panen jangung nantinya bisa dikembangkan lagi menjadi sebuah produk yang bisa berguna bagi masyarakat luas atau mempunyai nilai tambah. Adapun lahan pertanian lanjutnya, dari Kementerian Pertanian dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan lahan bertani untuk Lapas Ciangir seluas 15 hektar.

“Jadi Ciangir 15 hektar, Kendal 15 hektar dan Nusakambangan 20 hektar. Lebih ditingkatkan lagi edukasinya,” terangnya.

BACA JUGA:

Kakanwil Kemenkumham Banten Lantik 16 Pejabat di Lapas dan BP Ciangir

Sementara, Kepala Lapas (Kalapas) Terbuka Kelas IIB Ciangir Kabupaten Tangerang, Sugeng Indrawan mengatakan, mekanisme waktu WBP dalam bekerja yakni 8 jam perhari dan sudah dengan waktu istirahat. Adapun persentase pembagian pertanian untuk WBP tersebut yakni sekitar 50% dari hasil bersih pada masing-masing bidang.

“Sampai jam 4 sore, itu sudah dengan waktu istirahat. Sekitar 50% dari keuntungan bersih untuk setiap bidangnya,” terangnya. (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.