Kemenkop-UKM Pastikan Proses Penyaluran Banpres Usaha Mikro Sesuai Prosedur

  • Whatsapp
Banpres Usaha Mikro

MANADO, REDAKSI24.COM–Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman memastikan bahwa proses penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) disalurkan sesuai prosedur kepada masyarakat . Hal tersebut diungkapkan Hanung menanggapi pernyataan Bupati Bolaang Mongondow Timur terkait dengan BPUM di Tomohon, Sulut, Senin (28/12/2020).

“Pertama bahwa bantuan usaha produktif ini telah disalurkan sesuai prosedur, kemudian penyaluran tidak terkait dengan kegiatan usaha pengusul, sedangkan transfer bantuan langsung ke rekening penerima, tidak ada hubungan sama sekali dengan pihak pengusul,” ujar Hanung.

Bacaan Lainnya

Hanung juga menegaskan BRI juga tidak ada kaitannya dengan lembaga pengusul. Menurut Hanung mekanisme mendapatkan bantuan, menurut dia, sudah jelas yang diusulkan lima lembaga pengusul yaitu dari dinas koperasi dan UKM, anggota koperasi, kementerian dan lembaga yang membina usaha mikro, bank-bank penyalur program, lembaga perusahaan pembiayaan.

“BPUM ini untuk membantu UMKM yang saat ini kesulitan mengembangkan usaha pada masa resesi, kita coba bantu supaya modal usaha bertambah ketika tergerus selama pandemi COVID-19. Tadi sudah diluruskan bersama dengan Bupati,” katanya.

Proses penyaluran bantuan sudah benar, memberikan manfaat baik serta tidak ada keterkaitan antara penyaluran dengan bank pengusul.

“Tentang bunga tinggi yang dilakukan lembaga keuangan itu adalah kewenangan OJK untuk menilai, bukan di kami,” sebutnya.

Hanung berharap masyarakat tidak mudah terbujuk pungutan atau produk pinjaman yang memberatkan.

“Saat ini musti hati-hati, cermat dan pintar memilih produk, pemerintah ada yang namanya program seperti KUR super mikro,” katanya lagi.

Dia pun berharap BPUM yang disalurkan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah modal usaha agar tetap bertahan di masa pandemi COVID-19.

Sejak diluncurkan pada 24 Agustus 2020 oleh Presiden Jokowi di Jakarta, penyaluran BPUM saat ini telah terealisasi 100 persen senilai Rp28,8 triliun.

Realisasi bantuan tersebut telah menggerakkan 12 juta pelaku usaha mikro yang mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19. (Karel/Ant/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.