Kemenkes: 7 Dari 10 Rumah Tangga Konsumsi Air Tercemar Bakteri E Coli

oleh -
Kemenkes, rumah, tangga, air, minum, tercemar, terkontaminasi, bakteri, e coli
7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air tercemar bakteri E Coli. Ilustrasi - Bakteri E Coli/Istimewa.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, berdasarkan hasil studi pada 2020, ditemukan tujuh dari sepuluh rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum yang tercemar bakteri Escherichia Coli (E Coli).

Kemenkes menyebut hal itu terjadi karena sarana air minum rumah tangga berupa sumur gali dan mata air tidak terlindungi dari terkontaminasi bakteri E Coli.

“Yang perlu memperoleh perhatian kita adalah air yang bersumber dari sumur gali yang tidak terlindungi, mata air yang tidak terlindungi dan air permukaan,” ujar Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes,  Doddy Iswardi, dalam acara Desiminasi Hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga Tahun 2020 secara daring, di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Menurut Doddy, hasil studi yang dilakukan Kemenkes bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan 82 persen sumur gali dan mata air yang tidak terlindungi tercemar bakteri E Coli, sedangkan tingkat kontaminasi pada air permukaan mencapai 91 persen lebih.

Kata Doddy, indikasi sarana air minum terkontaminasi bakteri E Coli yang dibawa dari kotoran hewan atau manusia dapat diperhatikan dari jumlah kasus warga sekitar yang terkena dampak penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan sebagainya.

“Kalau orang puskesmas di wilayahnya sering melihat, ada warga yang sering terkena diare, ISPA balitanya serta segala jenis penyakit, dari sini kita bisa mendapatkan (informasi),” imbuhnya.

Bila kondisi itu terjadi, kata Doddy, maka upaya yang dilakukan tidak hanya mengobati pasiennya, tapi juga memperbaiki kualitas airnya.

Dampak kontaminasi bakteri tersebut pada tubuh manusia juga berimbas pada program pemberian makanan tambahan (PMT) yang tidak berjalan efektif.

“Saya harus perhatikan ini, jangan-jangan airnya tercemar. Jadi kadang-kadang salah kita kasih PMT serta gizi dan segala macam, orangnya sehat tapi cacingnya makin besar dalam perutnya,” ucapnya.

Doddy menambahkan kandungan selain bakteri E Coli di tiga sarana air minum tersebut juga berpotensi kuat mengandung kadar atau bahan negatif yang berbahaya bagi kesehatan manusia. (ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.