Kemenhub Diminta Gunakan GeNose-19 di Semua Bandara

oleh -
genose-19, covid-19, Kemenhub, bandara, badan perlindungan konsumen, massal,
Andrianus Guru

KUPANG, REDAKSI24.COM – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menggunakan alat tes cepat COVID-19 GeNose-19 di semua bandara. Pemanfaatan GeNoses-19 dalam upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di tanah air.

Komisioner BPKN Adrianus Garu kepada wartawan Minggu (4/4/2021) mengatakan, alat tes cepat COVID-19 GeNose-19 sudah teruji dalam mendeteksi paparan virus Corona dengan cepat, sehingga penggunaannya sudah dapat dilakukan secara masal.

Menurut mantan anggota DPD-RI itu, penggunaan GeNose-19 agar tidak hanya berlaku di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Bandara Udara Husen Sastranegara, Bandung, Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, tapi dilakukan juga di bandara udara yang memiliki mobilitas penumpang sangat, padat seperti Bali, Jakarta dan Medan maupun di provinsi yang memiliki kasus COVID-19 sangat tinggi.

Menurut Adrianus Garu, Presiden Joko Widodo sudah mendorong semua pihak untuk menggunakan produksi dalam negeri yang memiliki kualitas sama dengan hasil produksi luar negeri, sehingga karya putri-putri yang menemukan alat GeNose-19 dilakukan secara masal sebagai bentuk dukungan terhadap produksi dalam negeri.

“Penggunaan GeNose-19 secara masal merupakan bentuk kecintaan kita terhadap produksi dalam negeri yang keakuratanya sudah teruji dengan baik,” kata Adrianus Garu.

BACA JUGA: Stakeholder Kepariwisataan Indonesia Siap Gunakan GeNose C-19

Ia mengatakan, alat tes cepat pemeriksaan virus COVID-19 GeNose-19 merupakan hasil karya putra-putri Indonesia yang mampu mendeteksi COVID-19 dalam waktu singkat, serta biaya murah dari pada menggunakan tes cepat PCR dengan biaya yang mahal.

GeNose- 19 merupakan alat test deteksi dini COVID-19 melalui embusan nafas yang dikembangkan Universitas Gajah Mada. Cara menggunakan GeNose-19 sangat mudah, seseorang dihimbau untuk tidak merokok dan puasa selama setengah atau satu jam sebelum tes dilakukan.

Kemudian seseorang hanya menghembuskan napas ke kantong sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat yang hanya membutuhkan waktu selama 3 menit.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.