Kemenhub Akan Jatuhi Saksi Operator Penerbangan Yang Tidak Batasi Jumlah Penumpang

oleh -
Penumpukan penumpang terjadi di Bandara Soetta.

BANDARA, REDAKSI24.COM – Semenjak dibuka kembali penerbangan domestik, penumpukan panjang terjadi di Bandara Internasional Soekarno – Hatta Kamis (14/3/2020). Antrean ini sempat viral di media sosial, karena ada salah seorang yang mempostingnya.

Menyikapi hal itu PT Angkasa Pura II, selaku pengelola di bandara Soekarno Hatta (Soetta) membenarkan, bahwa Antrean penumpang itu terjadi di Terminal 2.

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang mengaku antrean calon penumpang di Terminal 2 itu dikarenakan adanya pemgumpulan syarat bagi calon penumpang.

“Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, di mana calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00-08.00 WIB,” kata Febri, Kamis (14/5/2020).

Febri menyebut pada waktu tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan 2 penerbangan Citilink.

“Seperti diketahui, pada masa pengecualian dalam pembatasan penerbangan ini, calon penumpang harus melakukan verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in. Verifikasi dokumen dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah instansi yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang ada di posko pemeriksaan,” ujarnya.

Adapun, kata Febri, dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain, tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas covid-19, dan dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Saat ini sudah tidak ada antrian lagi di Terminal 2. Kami selalu berupaya untuk menjaga physical distancing di setiap area. Penerapan physical distancing di Soekarno-Hatta juga akan dievaluasi berkala melihat situasi dan kondisi terkini yang cukup dinamis,” jelasnya.

Febri menjelaskan kedepannya pihaknya juga akan melakukan penataan jadwal keberangkatan penerbangan. “Seluruh stakeholder akan melakukan evaluasi untuk menata jadwal penerbangan supaya tidak ada yang berdekatan,” pungkasnya.

Memdengar tejadinya penumpukan penumpang di Bandara Soeta, Dirjen Perhubungan langsung melakukan pengecekan ke lokasi. “Kami meminta inspektur penerbangan untuk melakukan pengecekan ke lokasi,” kata Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto

Apabila benar tejadi penumpukan penumpang, kata dia, pihaknya akan menindak tegas operator penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan jumlah penumpang dalam melakukan layanan penerbangan.

“Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya. (Iqbal/Aan)