Kemenag Banten Bantah ONH 2020 untuk Penguatan Rupiah

  • Whatsapp
ONH
Kantor Kemenag Wilayah Banten di Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Ahmad Bazari Syam membantah jika biaya Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 2020 yang dibatalkan dialokasikan untuk penguatan rupiah.

Menurut Bazari, dana umat itu sampai saat ini masih tersimpan aman dan tidak dialokasikan untuk kegiatan di luar ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada tuh! Dananya masih aman kok! Apalagi untuk penguatan rupiah. Tidak ada,” katanya saat dihubungi, Kamis (5/6/2020).

Bazari menambahkan, bagi jamaah haji yang akan menarik dana ONH lantaran dibatalkan berangkat tahun ini, juga bisa dilakukan. Pihaknya memastikan dananya juga tersedia dengan utuh tersimpan di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Hoax kali itu beritanya. Karena pembatalan ini alasannya murni untuk keselamatan jamaah haji dan kemanusiaan ditengah wabah Pandemi Covid-19 yang melanda negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.

Selain itu, Bazari juga mengklarifikasi terkait total jamaah calon haji yang diberitakan sebelumnya sebanyak 8.541 orang. Menurutnya, data itu berlaku sebelum ada perubahan kuota dari pemerintah pusat. Setelah ada penambahan kuota, total jamaah haji yang direncanakan akan berangkat pada tahun 2020 ini mencapai 9.374 orang.

Jumlah itu terdiri dari Kabupaten Serang sebanyak 1.163 orang, Kabupaten Pandeglang 1.062 orang, Kabupaten Lebak 755 orang, Kabupaten Tangerang 2.043 orang. Sedangkan untuk Kota Tangerang sebanyak 1.606 orang, Kota Cilegon 685 orang, Kota Serang 800 orang dan Jemaah calon haji Kota Tangsel sebanyak 1.260 orang.

“Untuk ONH-nya pada tahun ini sekitar Rp34.772.602 yang dibayarkan dalam dua tahap,” ujarnya.

Disinggung terkait daftar tunggu haji di Provinsi Banten, Bazari mengaku hingga saat ini mencapai sembilan tahun. Namun ke depan jika pemerintah pusat memberikan kuota tambahan, tidak menutup kemungkinan tidak sampai sembilan tahun. “Sudah hampir terisi semua kuotanya,” katanya.

Untuk diketahui, kabar terkait penggunaan dana ONH 2020 untuk penguatan rupiah ini mencuat setelah adanya perbincangan antara Kepala BPKH dengan Gubernur BI pada halal bihalal internal, yang salah satu pembahasannya terkait pengelolaan dana ONH 2020, setelah adanya pembatalan pemberangkatan haji.

Total dana yang tersimpan di BPKH sampai Mei 2020 mencapai Rp135 triliun, dan yang akan dialokasikan untuk pemberangkatan jamaah haji 2020 sebesar Rp8,7 triliun, yang direncanakan akan dialokasikan untuk stabilisasi keuangan nasional pada masa Covid-19.

Dana tersebut masih tersimpan di rekening BPKH dalam bentuk rupiah dan valuta asing yang dikelola secara profesional. Namun kemudian, pernyataan tersebut diklarifikasi kepala BPKH Anggito Abimanyu.

Anggito mengatakan perkataan itu muncul dalam perbincangan internal pada 26 Mei 2020, yang merupakan bagian dari ucapan silaturahmi antara BPKH bersama Gubernur BI, dan bukan merupakan pernyataan resmi BPKH. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.