Keluarga Nelayan Pandeglang yang Hilang Minta Basarnas Banten Gunakan Heli

  • Whatsapp
nelayan pandeglang hilang
Keluarga korban lakalaut KM Puspita Jaya masih berharap nelayan yang hilang ditemukan selamat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Keluarga korban kecelakaan laut Kapal KM Puspita Jaya, meminta kepada Tim Basarnas Banten untuk menggunakan alat yang lebih canggih, seperti  helikopter dalam melakukan pencarian terhadap 7 nelayan yang hingga kini belum ditemukan.

Astini, seorang anggota keluarga Astirah, korban laka laut,  mengatakan, proses pencarian terhadap korban termasuk anggota keluarganya sudah menginjak hari ke 7. Namun hingga saat ini saudaranya itu belum ditemukan. Karena itu ia bersama anggota keluarga korban lainnya meminta Tim Basarnas melakukan pencarian dengan alat yang canggih.

Bacaan Lainnya

“Coba tim SAR pakai helikopter dalam melakukan pencarian. Soalnya sudah hampir sepekan belum ditemukan juga,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya Kampung Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Kamis (25/6/2020).

BACA JUGA: 7 Nelayan Pandeglang Belum Ditemukan, Basarnas Banten Telusuri Perairan Sumatera

Ia menginginkan para korban bisa ditemukan dalam kondisi apapaun. Terlebih bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami masih berharap keluarga kami yang hilang akibat kecelakaan laut selamat,” katanya.

Rumayah, siang malam selalu menangis mengingat suaminya yang hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Selat Sunda tersebut. Namun dia mengaku masih punya harapan besar jika suaminya masih hidup.

“Mudah-mudahan suami saya bersama korban lainnya segera ditemukan denan selamat. Siang malam kami selalu berdoa agar semuanya selamat,” harapnya.

BACA JUGA: 7 Nelayan Belum Ditemukan, Basarnas Banten Kerahkan 12 Kapal Penyelamat ke Selat Sunda

Terpisah, Kepala Basarnas Banten,  Zaenal Arifin mengatakan, segala upaya pencarian yang dilakukan hasilnya masih nihil. Adapun untuk arah pencarian yang dilakukan RIB 01 Banten dan beberapa kapal nelayan, menyisir pulau-pulau yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Selain itu, personil dari Lampung melakukan penyisiran di Tanjung Belimbing. Bersama tim gabungan, kami juga melakukan penyisiran di sebelah barat Lampung,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.