Keluarga Fifi Sebut Anaknya Pernah Diancam oleh Tunangannya

oleh -
AMBULANCE : Jenazah Fifiani Sri Lestari, 17, gadis yang ditemukan tewas dengan kondisi terikat, di tepi danau di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, saat dibawa ke rumah keluargannya di Tigaraksa,dengan menggunakan ambulance, Sabtu (22/6/2019).

REDAKSI24.COM—Keluarga Fifiani Sri Lestari, 17, gadis yang ditemukan tewas dengan kondisi terikat, di tepi danau di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (21/6/2019) kemarin masih tak percaya jika anaknya anak pertama dari tiga bersaudara itu telah pergi dengan cara yang mengenaskan Terlebih keluarga menduga jika anaknya yang biasa mereka panggil dengan Fifi tersebut tewas oleh J yang tak lain adalah tunangannya sendiri.

Susianti ibu korban menjelaskan dugaan pihak keluarga tersebut karena sebelum ditemukan tewas, Fifi sempat mengungkapkan keinginan kepada dirinya untuk pergi jauh. Seakan menjadi sebuah pertanda, waktu itu Fifi tak menjelaskan kemana dia mau pergi.

“Sempat bilang ke saya, mah! fifi mau pergi aja yang jauh. Fifi pusing, stres. Tapi dia nggak bilang mau pergi kemana,” sambungnya.

Menurut Susianti, alasan anaknya ingi pergi tersebut karena hubungan dirinya dengan J tengah ada masalah. Masalah tersebut dipicu lantaran J yang cemburu karena Fifi sempat bertemu dengan salah seorang pria yang diduga adalah mantan kekasihnya. Karena masalah itu Fifi juga mengaku sempat diancam oleh J.

“Memang dia sempat cerita diancam oleh J, cuma ancamannya seperti apa saya kurang tahu,” ungkapnya lagi.

Susianti mengaku mendengar cerita anaknya tersebut dirinya tidak merasakanfirasat apa-apa hanya menasehatinya untuk bersabar karena tak lama lagi ia akan menikah.

Dari informasi yang dihimpun oleh Redaksi24.com, Fifi dan pelaku, J, 18, telah bertunangan sejak dua bulan lalu. Sedianya kedua pasangan kekasih tersebut akan melangsungkan pernikahan pada Agustus mendatang setelah Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Kasus ini sendiri kini tengah ditangani oleh Polres Tangerang Selatan.  Kepada awak media orang tua korban meminta kasus ini bisa diselesaikan seadil-adilnya dan meminta pelaku mendapat hukuman yang setimpal. (Riki/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *